Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Tradisi Pembersihan Pusaka Bulan Suro di Ponorogo

Gondo Puspito saat melakukan proses pencucian pusaka keris di rumahnya. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam penanggalan Jawa, bulan Suro seperti sekarang ini, dipercaya oleh suku Jawa bulan yang baik untuk melakukan pembersihan pusaka. Baik itu pusaka tombak, pedang, atau pun keris.

Tak banyak orang yang bisa melakukan pencucian pusaka. Salah satunya adalah Gondo Puspito. Warga Kelurahan Paju Kecamatan/Kabupaten Ponorogo ini setiap bulan Suro selalu sibuk untuk melakukan jasa pencucian pusaka.

“Saat bulan Suro seperti ini ramai permintaan pencucian pusaka. Peningkatannya bisa 10 kali lipat dari bulan-bulan lainnya,” kata Gondo, Senin (1/8/2022).

Diakui Gondo, bulan Suro memang bisa menjadi berkah untuk seorang yang berprofesi sebagai penyuci pusaka atau orang Jawa bilang sebagai tukang warang (cuci) pusaka. Satu bulan penuh Suro ini, bisa ada 200 pusaka yang dilakukan pencucian olehnya.

“Bulan-bulan biasa tetap ada yang me-warangkan pusakanya, namun mungkin cuma 5-10 pusaka saja. Kalau bulan Suro bisa sampai 200 pusaka, ” ungkap Gondo.

Gondo Puspito saat melakukan proses pencucian pusaka keris di rumahnya. (Foto/Istimewa)

Fungsi warang atau jamas pusaka ini, kata Gondo untuk membersihkan pusaka dari kotoran. Karat yang dibersihkan di pusaka itu, nantinya bisa kembali memunculkan pamorbatau guratan-guratan pada pusaka tersebut. Ada tombak, pedang dan keris yang diwarangkan ke Gondo. Namun, kebanyakan pusaka yang diwarangkan adalah jenis keris.

“Ya kebanyakan yang diwarangkan ya keris,” katanya.

Pencucian pusaka ini, menurut Gondo tidak hanya selesai 1atau 2 jam namun bisa membutuhkan waktu hingga 3 hingga 5 hari lamanya. Tergantung dari jenis pusaka, banyaknya kotoran dan tingkat kerumitan pembersihan.

“Warang pusaka ini melalui berbagai tahapan. Jadi meski sederhana, namun tidak boleh asal-asalan membersihkan,” ungkapnya.

Proses pembersihan ini, mulai dari pusaka harus dilucuti dulu dan disisakan besi tuanya. Selanjutnya, pusaka direndam di air bersih dengan ritual tertentu. Kemudian setelah selesai direndam, pusaka dibersihkan dengan menggunakan irisan jeruk dan cairan khusus untuk pembersihan. Pusaka yang dibersihkan oleh Gondo ada yang usianya puluhan tahun bahkan ada juga yang sudah berusia ratusan tahun.

“Maharnya pun tergantung jenis pusaka dan permintaan pemilik. Satu buah pusaka, jada pembersihannya mulai Rp 30 ribu hingga ratusan ribu rupiah,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar