Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup, Peristiwa

Tradisi Keresan, Bentuk Suka Cita Warga Mengelo Mojokerto Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Mojokerto (beritajatim.com) – Setelah sempat ditiadakan karena pandemi Covid-19, warga Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto kembali menggelar tradisional keresan. Ratusan warga berebut barang-barang yang tergantung di dua pohon kersen yang sengaja ditanam di tengah jalan dusun.

Tak hanya dua pohon kersen berisi aneka produk lokal maupun buah-buahan dan sayuran di tata rapi di bagian bawah pohon, panitia juga menyediakan satu tumpeng ukuran besar yang berisi sayur dan buah-buahan. Ini merupakan tradisi warga Dusun Mengelo untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tak hanya kaum bapak, pemuda dan anak-anak, namun emak-emak pun ikut berebut barang-barang yang ada di pohon kersen. Mereka berebut tempat terdepan untuk mendapatkan barang incarannya. Alhasil, acara rebutan belum dimulai langsung diserbu warga yang sudah menunggu.

Dua pohon kersen yang di tanam di tengah jalan dusun tersebut digantungi berbagai barang kebutuhan. Seperti baju, sarung, kopyah, uang, sendal, sepatu, jeruk, nanas, kelapa, alat dapur hingga daster emak-emak. Riuh suara warga meminta barang-barang yang ada di pohon kersen lantaran ada sejumlah warga yang memanjat.

Penggunaan pohon kersen dipercaya mengandung makna filosofi ini merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang warga Dusun Mangelo setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan warga yang bekerja di luar kota, pulang kampung untuk mengikuti tradisi tersebut.

Mereka juga terlibat menyukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Yakni dengan berpartisipasi memberikan donasi atau barang untuk digunakan menghias pohon kersen. Untuk sepatu, sandal, kopyah merupakan produk lokal karena warga Dusun Mengelo, mayoritas perajin sepatu, sandal, sarung dan kopyah.

Kepala Dusun (Kadus) Mengelo, Chalul Fidiyan mengatakan, tradisi keresan tersebut sudah ada sejak lama. “Ini tinggalan orang-orang terdahulu untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ini sebagai bentuk suka cita dan bahagia warga dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya, Selasa (19/10/2021).

Barang-barang yang menghiasi pohon kersen untuk diperebutkan warga, lanjut Kadus, tidak hanya berasal dari Warga Mengelo. Namun juga berasal warga sekitar dan Dusun Mengelo luar sebagai bentuk syukur. Selain tradisi keresan, warga juga menggelar vaksinasi Covid-19 sebagai bentuk membantu pemerintah.

“Kita juga ada vaksinasi massal. Sebelum acara arak-arakan, pengajian di Masjid Darussalam dan ditutup dengan tradisi keresan. Kita juga mengadakan vaksinasi, ini sebagai bentuk ikut mendorong pemerintah dalam membentuk herd immunity dan menyukseskan program pemerintah untuk percepatan vaksin,” tegasnya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar