Peristiwa

Tradisi Ider Bumi Banyuwangi di Tengah Pandemi 

Banyuwangi (beritajatim.com) – Warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi menggelar tradisi Barong Ider Bumi di tengah pandemi covid 19. Tak seperti biasanya, kegiatan ritual yang dilakukan sebagai bagian dari tulak bala atau pagebluk ini dilaksanakan secara sederhana.

Hanya ada 15 orang yang ikut terlibat dalam upacara adat di desa ini. Hal ini bagian dari kesepakatan warga menerapkan protokol covid 19, yakni menjaga jarak, dan memakai masker.

Termasuk para punggawa penabuh gamelan yang terlihat memakai masker.

Bahkan, peserta upacara juga diiringi oleh petugas berpakaian APD dan membawa alat berisi cairan disinfektan. Meski demikian, barong sebagai simbol terlihat tampil megah dan tak mengurangi nilai sakral acara tersebut.

Acap kali, para petugas juga menyuarakan untuk menjaga jarak dengan menggunakan pengeras suara. Alhasil, para warga hanya bisa mengikuti upacara di depan halaman rumah masing-masing.

“Mohon karena ini acara tradisi. Kami minta tidak ada yang ikut arak-arakan. Atau jaga jarak, jangan sampai mengganggu acara ini,” seru petugas yang membawa pengeras suara.

Menurut tokoh adat setempat, Suhaimi, barong ider bumi merupakan tradisi leluhur. Sehingga tak ada alasan untuk tidak dilakukan.

“esuai dengan cerita para leluhur dahulu, yang mengusir pagebluk dan mara bahaya dengan acara ritual ider bumi,”

“Kami menggelar acara sesuai dengan adat kami. Hanya arak-arakan barong saja. Ini dipercaya sebagai bentuk pelestarian budaya dan memegang teguh tradisi kuno,” ujarnya.

Meski di tengah pandemi covid 19, kata Suhaimi, tak menjadi masalah. Karena banyak hikmah yang dapat diambil dari kegiatan ini.

“Kami bersyukur bisa digelar. Karena kegiatan ini juga ada sosialisasi kepada masyarakat agar jaga jarak,” ungkapnya.

Usai acara keliling kampung, biasanya ditutup dengan tradisi makan tumpeng bersama. Namun,  tumpeng pecel pitik kali ini ditiadakan.

“Kami tidak ingin melanggar protap antisipasi virus corona. Tadi ada pengawalan petugas memakai APD lengkap, kami sangat bersyukur. Karena kegiatan ini sekaligus mensosialisasikan hidup sehat kepada masyarakat,” terangnya.

Seperti tujuan semula, Suhaimi berharap, ritual Barong Ider Bumi juga dapat mengusir covid 19 di Banyuwangi. Sehingga masyarakat dapat kembali hidup normal dan beraktivitas dengan tenang.

“Semoga pandemi COVID 19 ini selesai. Tidak ada lagi Corona,” pungkasnya.

Tradisi ini sudah sejak lama dilakukan. Biasanya, mereka menggelar acara itu pada tanggal 2 Syawal atau saat Lebaran dua hari. Acaranya, mengarak Barong berusia ratusan tahun yang dipercaya sebagai pengusir pagebluk atau mara bahaya yang mengganggu masyarakat. (rin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar