Peristiwa

TPA Ditutup Warga, Sampah di Bangkalan Menumpuk

Siswi SMP saat melintas di depan tumpukan sampah di TPS, Jalan Demangan,Bangkalan, Senin (24/2/2020).

Bangkalan (beritajatim.com) – Pasca penyegelan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Buluh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan oleh warga setempat, mulai menimbulkan permasalahan baru. Pasalnya, sampah di perkotaan mulai menumpuk dan tak terangkut oleh armada.

Pantauan di lapangan, tumpukan sampah terlihat di beberapa titik seperti di Jalan KH Moh Kholil, Jalan Demangan dan beberapa kawasan yang menjadi tempat pembuangan sementara.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bangkalan, Mohni menyampaikan hingga saat ini masih mencari solusi. Untuk sementara, sebanyak 10 armada truk pengangkut dikerahkan guna membawa sampah ke kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kita ada 10 armada untuk angkut sampah. Jadi karena TPA ditutup maka kami akan simpan di truk sementara,” ujarnya, Senin (24/2/2020).

Mantan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) itu juga sedang melakukan negosiasi pada pemilik lahan untuk dijadikan TPA. Sebab, masyarakat Desa Buluh telah menutup pintu pada Pemkab untuk membuka kembali TPA tersebut.

“Kalau warga masih membuka pintu maka kami akan nego dan akan kami lakukan perbaikan. Baik pengolahan maupun memberi jaminan kesehatan bagi warga terdampak,” lanjutnya.

Sementara itu, Hadari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bangkalan, yang baru menjabat 9 bulan tersebut enggan memberikan komentar. Bahkan ia menghindari awak media saat ditemui di kantor Pemkab Bangkalan. “No komen,” singkatnya.

Hingga kini, masyarakat berharap penanganan permasalahan sampah dapat segera terselesaikan. Sebab, tumpukan sampah di perkotaan mengganggu pengguna jalan.[sar/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar