Peristiwa

Tolak Pembangunan Menara Telekomunikasi, Warga Ngrupit Jenangan Demo

Ponorogo (beritajatim.com) – Belasan warga Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan Ponorogo berdemo di depan balai desa. Mereka menyuarakan penolakan tentang pembangunan menara telekomunikasi di wilayahnya. Massa meminta pengelola desa untuk tidak memberikan izin pembangunan menara tersebut.

“Kami warga yang berada di sekitar pembangunan menara atau tower tersebut menolak pembangunan itu,” kata kordinator aksi Suyono saat ditemui awak media usai aksi, Kamis (12/3/2020).

Penolakan pembangunan menara yang berlokasi di lingkungan Ledokan Dusun Tenggang RT 4 RW 2 itu, sudah diutarakan oleh warga kepada pihak desa hingga 3 kali. Namun selama itu tidak berhasil ketemu dengan kepala desa.

“Kami hanya ingin ketemu kepala desa untuk tidak memberikan izin pendirian menara itu, tadi tidak ketemu, akhirnya kami lakukan demo ini,” katanya.

Para warga, kata Suyono khawatir jika menara itu suatu saat robohroboh dan menimpa rumah. Selain itu mereka takut kalau efek radiasi dari menara telekomunikasi itu akan mengganggu kesehatan warga sekitar.

“Kami ingin pembangunan yang sekarang ini mencapai fondasi untuk dihentikan. Tolong bapak kepala desa melindungi kami,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Ngrupit Suherman menyebut pihak desa akan memanggil kembali perusahaan yang membangun tower tersebut. Pasalnya, ada beberapa warga yang menolak pembangunan menara telekomunikasi itu. Sebelumnya Desa mengizinkan pembanguan, karena mereka sudah menyertakan izin dari warga lingkungan tempat pembangunan menara.

“Namun ternyata ada sebagian warga yang menolak. Untuk itu kami akam memediasi dengan mempertemukan pihak perusahaan dengan warga yang menolak tersebut,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar