Peristiwa

Tolak JFC, FPI Tak akan Lakukan Aksi Pembubaran

Cinta Laura saat mengikuti JFC (foto/dok humas)

Jember (beritajatim.com) – Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur menolak keras penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval. JFC dianggap tak memberi manfaat dan lebih banyak mengandung maksiat.

Namun FPI Jatim tidak akan melakukan aksi apapun untuk melarang JFC dan justru mengembalikannya kepada kebijakan pemerintah. “Percuma, nanti salah lagi kalau FPI melakukan aksi. Kalau FPI yang beraksi membubarkan, salah. Kalau yang lain (yang melakukan), tidak salah,” kata Ketua FPI Jatim Habib Haidar Alhamid.

Haidar hanya mengingatkan Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief agar kembali kepada peran sebagai wakil bupati untuk memberikan saran-saran yang baik kepada Bupati Faida.

Habib mengecam penyelenggaraan JFC hari Minggu kemarin, yang dinilainya banyak mengumbar aurat. JFC memang tengah ramai dibicarakan di media sosial, dengan tampilan seksi artis Cinta Laura. Dengan tegas, dia menyebut JFC sebagai bentuk kemungkaran. JFC adalah karnaval fesyen di atas jalan raya sepanjang 3,6 kilometer dan diikuti 600 orang model yang berasal dari warga biasa. Tahun ini adalah tahun ke-18 penyelenggaraannya.

“Kalau Bu Faida (Bupati Faida) mengerti agama, kalau Kiai Muqit (Wakil Bupati Abdul Muqit Arief) mengerti agama, tidak begitu. Adat mengalahkan syariat ini namanya. Ini bukan cuma adat. Tidak ada adat kita seperti (JFC) ini. Ada adat bangsa Indonesia seperti? Telanjang seperti ini,” kata Haidar, Senin (5/8/2019).

“Sekarang kalau ada yang membela JFC dan menyalahkan omongan saya, suruh introspeksi dan ketemu saya. Ayo mau ngomong apa?” kata Haidar.

Haidar meminta agar Pemkab Jember lebih berkonsentrasi pada pendidikan yang baik. Ia mencontohkan perlunya membesarkan kegiatan seperti lomba tilawah Alquran atau membaca Alquran. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar