Peristiwa

Selain Lakukan Edukasi

TNI/Polri Bagi-bagi Masker di Pasar Tanjung Anyar

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi bersama Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto membagikan masker kepada pedangan dan masyarakat di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Ke-74 sekaligus jelang kesiapan tatanan kehidupan baru, TNI-Polri terus melakukan edukasi pedagang dan masyarakat di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto. Sinergitas TNI/Polri ini dilakukan karena kesadaran masyarakat yang masih minim soal protokol kesehatan.

TNI/Polri yang juga menjadi bagian garda terdepan penanganan Covid-19 ini juga melakukan bagi-bagi masker dan edukasi kepada pedagang dan masyarakat untuk hidup disiplin. Sebanyak 1.600 masker dibagikan kepada pedagang dan masyarakat di pasar terbesar di Kota Mojokerto ini.

“TNI, selama ini selalu membackup Polri maupun Pemerintah Daerah dalam rangka memberikan edukasi ke masyarakat terkait dengan protokol kesehatan dan menyongsong tatanan hidup baru,” ungkap, Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, Senin (29/6/2020).

Masih kata Dandim, TNI akan selalu bersinergi dengan Polri untuk membantu pemerintah dalam rangka edukasi masyarakat jangan sampai tidak memahami apa itu new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah Covid-19. Pasalnya, new normal bukan berarti virus corona hilang.

“Kami akan terus memback-up Polri maupun Pemerintah Daerah dalam rangka edukasi masyarakat menyongsong new normal, dimana masyarakat jangan sampai tidak tahu new normal. Sekalipun Covid-19 masih ada, namun roda perekonomian harus sudah dibangkitkan kembali sehingga masyarakat bisa menghidupi dirinya sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi menambahkan, dipilihnya pasar sebagai edukasi dan bagi-bagi masker karena masih minimnya kesadaran masyarakat menggunakan masker saat keluar rumah. Sehingga selain mengedukasi juga membagikan ribuan masker.

“Kita lihat tadi masih ada masyarakat yang belum menggunakan masker, jadi kami lakukan pembagian dan edukasi secara persuasive dan massif ke masyarakat. Agar kesehataannya terjaga dengan tetap menggunakan masker sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.

Pemilihan pasar sebagai sasaran bagi-bagi masker, tak lain karena pasar merupakan sarana sentra ekonomi masyarakat yang harus diantisipasi agar tidak terjadi penyebaran virus Covid-19. Apalagi, di pasar aktifitasnya juga nonstop 24 jam.

Perlu diketahui, Kapolri resmi mencabut Maklumat Nomor MAK/2/III/2020 yang diterbitkan pada 19 Maret 2020 yang berisi tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Dimana saat ini Kapolri Jenderal Idham mencabut maklumat tersebut lewat Surat Telegram Rahasia (TR) Kapolri dengan Nomor STR/364/VI/OPS.2./2020 tanggal 25 Juni 2020 yang ditandatangani oleh As Ops Kapolri, Irjen Herry Rudolf Nahak. Untuk itu, Polri bersama TNI tetap melaksanakan kegiatan yang sifatnya imbauan dan pencegahan untuk menekan penyebaran angka Covid-19.

“Diharapkan masyarakat terbiasa dengan kebiasaan baru, makanya ke depan ketika masyarakat itu disiplin mencegah dengan mengikuti protokol kesehatan maka kemungkinan kecil untuk tersebarnya Covid-19 di Kota Mojokerto. Dengan memakai masker, setidaknya mampu mencegah 60 persen daripada penyebaran virus itu sendiri,” tegasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar