Peristiwa

Titik Kekeringan di Pamekasan Meluas

Pamekasan (beritajatim.com) – Jumlah titik wilayah terdampak kekeringan di kabupaten Pamekasan pada musim kemarau tahun ini, semakin bertambah dan semakin meluas dari jumlah sebelumnya.

Data awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, tercatat sebanyak 325 dusun yang tersebar di 80 desa di 11 kecamatan berbeda di Bumi Gerbang Salam, dinyatakan terdampak kekeringan pada musim kemarau 2019.

Namun dalam sepekan terakhir, jumlah wilayah terdampak semakin meluas dan menyebar di beberapa dusun maupun desa. Kondisi tersebut otomatis semakin menambah daftar titik terdampak kekeringan akibat kemarau, sekaligus meninggikan kebutuhan air bersih pada tahun ini.

“Ada permintaan (air bersih) dari dua dusun berbeda di kecamatan Tlanakan, salah satunya Dusun Tengah dan bertambah di Desa Pegagan. Hari ini berlanjut ke Desa Pandan (Kecamatan Galis) dan terus berlanjut ke titik lainnya,” kata SVR BPBD Pamekasan, Budi Cahyono, Sabtu (14/9/2019).

Tidak hanya itu, dalam mendistribusikan air bersih ke sejumlah titik kekeringan di Pamekasan. Pihaknya mengirimkan air bersih dengan kapasitas tangki 8 ribu liter. “Pendistribusian ini kita sebar di berbagai titik terdampak kekeringan, khususnya sejak beberapa bulan terakhir,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, totol wilayah terdampak kekeringan di Pamekasan kembali bertambah dan tidak menutup kemungkinan bakal lebih banyak dibandingkan kemarau sebelumnya. Termasuk juga total kepala keluarga yang sebelumnya tercatat sebanyak 71.032 kepala keluarga di 80 desa berbeda.

Terlebih berdasar data awal Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Pamekasan pada tahun ini diprediksi bakal berlangsung hingga sebulan kedepan. Hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan bakal menambah panjang daftar titik terdampak kekeringan.

Akibat kondisi tersebut, selain BPBD bersama tim relawan Pamekasan. Juga terdapat sejumlah instansi ataupun lembaga lain yang ikut serta meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih akibat kemarau pada tahun ini.

Semisal Tim Tanggap Darurat Bencana (TDB) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, yang memfokuskan pendistribusian air bersih gratis bagi warga terdampak kekeringan di lima kecamatan berbeda di Pamekasan, yakni Kecamatan Galis, Larangan, Pademawu, Palengaan dan Tlanakan.

selain itu juga terdapat instansi lain, semisal perwakilan dari sejumlah partai politik (parpol) maupun pribadi yang ikut serta melakukan aksi sosial dengan membagikan air bersih gratis bagi masyarakat terdampak kekeringan. Semisal Partai Demokrat yang juga ikut serta membagikan air bersih gratis bagi warga. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar