Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Tinjau Dapur Katering Haji di Madinah, Menag: Ada Bahan Baku Diimpor dari Indonesia

Menag Yaqut Cholil Qoumas meninjau kesiapan dapur katering haji di Madinah

Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menengok kesiapan dapur katering dalam melayani konsumsi jemaah haji Indonesia selama di Madinah. Untuk konsumsi haji di Madinah disediakan oleh beberapa perusahaan katering, salah satunya Nooha Catering Service.

“Saya memastikan setiap dapur katering ada juru masak yang berasal dari Indonesia, ada juga bahan baku yang diimpor langsung dari Indonesia,” ujar Yaqut melalui keterangan tertulis yang diterima Senin (23/4/2022).

Kunjungan ini juga untuk memastikan sanitasi dapur dan ruang penyimpanan dalam kondisi yang bersih. Juga memastikan peralatan masak yang digunakan serta bahan baku sesuai dengan standar kesehatan.

“Saya juga memastikan kemampuan dapur dalam menyiapkan makanan sebanyak paket dalam kontrak. Serta memastikan skema distribusi dan alat angkut yang akan dipakai,” kata dia.

Menag Yaqut Cholil Qoumas meninjau dapur katering haji di Madinah

Yaqut mengungkapkan terdapat 13 perusahaan katering di Madinah yang telah dikontrak untuk menyiapkan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia. Selama di Kota Nabi, jemaah akan mendapatkan konsumsi sebanyak 27 kali dalam rentang waktu sembilan hari.

Selain dapur, Yaqut juga memastikan kesiapan Layanan Kantor Kesehatan Haji Indonesia Madinah. Sempat vakum selama dua tahun, KKHI kembali beroperasi dengan perbaikan di sejumlah fasilitas.

Baca Juga:

    “Alhamdulillah, layanan kesehatan di KKHI juga sudah siap, baik dari sisi tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya, maupun fasilitas layanan kesehatan, peralatan, dan obat-obatan,” kata Yaqut.

    KKHI di Madinah dilengkapi Unit Gawat Darurat (UGD), High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU), rawat inap, serta sarana penunjang lain, misalnya laboratorium, radioaktif, dan USG. Tenaga medis yang akan melayani jemaah terdiri atas dokter umum, dokter gigi, spesialis penyakit dalam, spesialis paru, spesialis jantung, spesialis saraf, spesialis anestesi, spesialis THT, spesialis kesehatan jiwa.

    Sejumlah tenaga kesehatan juga ditempatkan pada KKHI, seperti tenaga gizi, analis kesehatan, rekam medik, petugas radiologi, surveilans, sanitarian, elektromedik, apoteker, tenaga kefarmasian, dan tenaga administrasi. Untuk menunjang kecepatan layanan, KKHI tahun ini menyiapkan enam unit ambulans.

    Yaqut pun berpesan kepada jemaah haji Indonesia agar disiplin dalam menjaga kondisi fisik. Salah satunya, dengan memperbanyak minum serta makan yang cukup.

    Menurut prakiraan Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi, musim haji tahun ini berlangsung dalam cuaca ekstrem. Suhu di Makkah dan Madinah diperkirakan bisa mencapai 49 derajat Celcius pada siang hari. (beq/kemenag)


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar