Peristiwa

Tingkatkan Kualitas Pengajar, Cambridge Indonesia dengan Universitas Airlangga Teken MoU

Surabaya (beritajatim.com) – Cambridge Indonesia  menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Airlangga dalam rangka pengembangan kualitas tenaga pengajar khususnya SMA dan SMK di Jawa Timur.

Draft MoU telah lebih dahulu ditandatangani oleh Cambridge Assessment Director Education Transformation & Alliances, Hanan Kalifah; Cambridge University Press Managing Director ELT, Paul Colbert; dan hari ini ditandatangani oleh Prof., Dr., Sukardiman MS., Apt yang merupakan Ketua Badan Penjamin Mutu Universitas Airlangga.

Penandatanganan MoU dilakukan di hadapan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins; dan Regional Director, South East Asia and Asia Pacific Cambridge, Lim Cheng Pier.

Cambridge Indonesia yang menjalankan program “Cambridge With Indonesia, Building Brighter Futures Together” berkomitmen melakukan pelatihan terhadap setidaknya 100.000 guru SMA dan SMK se-Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan.

Hal ini sejalan dengan salah satu misi luhur Pemerintah Provinsi Jawa Timur yaitu meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat, terlebih dalam memasuki era Industrial Revolution 4.0, khususnya bagi tenaga pengajar SMA dan SMK di seluruh Jawa Timur.

Program Cambridge Indonesia selaras dengan visi dari Presiden Republik Indonesia untuk lima tahun ke depan dan berfokus kepada tiga pilar utama:
1.     Peningkatan kompetensi tenaga pengajar (guru) Indonesia
2.     Penggunaan standar material internasional
3.     Sertifikasi international untuk guru dan murid

“Guru atau tenaga pengajar  adalah garda terdepan dalam mendukung program pemerintah dalam upaya  peningkatan sumber daya manusia. Kami percaya bahwa peningkatan kompetensi tenaga pengajar merupakan kunci utama yang berdampak langsung atas peningkatan kualitas SDM. Oleh karena itu Cambridge pun sangat ingin berkontribusi untuk Indonesia di ranah keahlian kami, yaitu di bidang edukasi dalam bentuk pelatihan, materi pembelajaran yang berkualitas, serta sertifikasi International,” ujar Yusuf Seto, Country Manager Indonesia Cambridge University Press, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi beritajatim.com, Rabu (28/8/2019).

Angka pemilikan sertifikasi pengajar di Indonesia masih rendah. Hingga tahun 2019 ini, dari 3 juta tenaga pengajar yang aktif mengajar, hanya 1,5 juta orang yang memiliki sertifikasi pengajar.

Sonya Tobing, Country Manager Indonesia Cambridge Assessment English mengatakan, “Dengan adanya sertifikasi international yang diberikan kepada tenaga pengajar, kompetensinya pun akan memiliki standar internasional yang diakui dunia. Dengan demikian, kami mengharapkan tenaga pengajar akan mampu memberikan kualitas pengajaran yang lebih baik kepada siswa didik.”

Pelatihan ini akan diimplementasikan dalam sejumlah tahap, yaitu:
●      Seminar internasional yang dihadiri oleh 500 guru SMA dan SMK dengan pembicara internasional,
●      Tes penempatan dari ke-500 guru SMA dan SMK tersebut untuk mengetahui kemampuan dasar tenaga pengajar di Jawa Timur,
●      Pelatihan intensif selama satu tahun penuh untuk 200 tenaga pelajar terpilih yang dibagi atas dua kloter pelatihan,
●      Ujian pada akhir tahun pembelajaran untuk mendapatkan sertifikasi standar internasional dari Cambridge Assessment.

“Kami yakin bahwa bersama program Cambridge With Indonesia, kami dapat terus mendukung visi Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia yang lebih maju melalui pendidikan, memberikan kualitas pendidikan yang terbaik dan merata dari Sabang sampai Merauke tanpa ada yang tertinggal,” tambah Yusuf.

Peran Universitas Airlangga dalam kerja sama dengan Cambridge Indonesia adalah mendukung program pelatihan ini dengan memberikan tempat pelatihan dan  membantu penyelenggaraan ujian akhir dengan menyediakan tenaga pengawas.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar