Peristiwa

Tingkat Konsumsi Air Meningkat, Warga Desa Pomahanjanggan Lamongan Lakukan Pemadaman Bergilir

Lamongan (beritajatim.com) – Saat libur lebaran, tingkat komsumsi air di Desa Pomahanjanggan Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan mengalami peningkatan drastis. Hal itu terjadi karena adanya pengguna yang mengalami kenaikan dari para pemudik lokal saat libur lebaran.

Diduga dengan meningkatnya konsumsi yang berlebih tersebut, pompa air di Desa Pomahanjanggan tak bisa mencukupi kebutuhan air bagi seluruh warga desa. Hingga akhirnya, dilakukanlah pemadaman air secara bergilir di tiap dusun.

“Akhirnya, untuk mensiasati itu dilakukan pemadaman, tapi digilir. Giliran itu dilakukan saat siang hari, dengan durasi 3 jam bergantian tiap dusun,” ungkap M. Sholihuddin, pengurus Hippamms Zam-zam Desa Pomahanjanggan, Selasa (18/5/2021).

Sholihuddin menambahkan, bahwa keputusan pemadaman ini diambil agar penampung air di tiap dusun bisa terisi penuh saat siang hari, dikarenakan saat siang hari sepi pengguna dan aktifitas dari warga minim untuk melakukan mandi dan lain-lain.

“Alhamdulillah, keputusan ini sangat terasa bagi konsumen. Sebelumnya air cuma mengalir sedikit, sekarang air bisa mengalir deras lagi dari kran-kran yang ada di rumah warga,” tambahnya.

Diketahui, jadwal pemadaman secara bergilir tersebut di antaranya dilakukan pada pukul 08.00 – 11.00 Wib untuk Dusun Gowah, dan pukul 11.00 – 14.00 Wib untuk Dusun Janggan. Sedangkan untuk Dusun Pomahan tidak dipadamkan, pasalnya di Dusun ini pelanggannya sedikit dan tidak berpengaruh.

Selanjutnya, meningkatnya penggunaan air secara maksimal biasanya terjadi pada pukul 15.00 – 18:00 Wib. Kran-kran air di rumah warga mengalirnya tidak deras, tetapi penampungan sudah terisi penuh saaat dilakukan giliran.

Sementara itu, pada siang kemarin, Senin (17/5/2021), pipa utama yang menghubungkan air ke dusun-dusun itu pecah melingkar 95 derajat lalu patah, dikarenakan adanya pergeseran tanah penahan pipa yang tergerus oleh banjir, sehingga tidak bisa menahan beratnya air yang ada. Akibat kejadian ini, semua jalur air dimatikan sampai proses perbaikan selesai.

“Kalau ada kerusakan di jalur pipa besar, maka secara otomatis semua jalur akan kami off-kan sampai perbaikan selesai,” terang Sholihuddin. Berdasarkan informasi terakhir, proses perbaikan pipa utama tersebut memakan waktu kurang lebih 1-2 jam. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar