Peristiwa

Tingginya Kepercayaan pada TNI Tak Bisa Lepas dari Media Massa

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arief Rahman

Surabaya (beritajatim.com)–Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arief Rahman mengatakan, indeks kepercayaan yang tinggi kepada institusi TNI tak mungkin dilepaskan dari pemberitaan yang dipublikasikan media massa.

“Berdasar survei lembaga yang terpercaya, indeks kepercayaan terhadap TNI yang tertinggi. Hal itu tak bisa dilepaskan dari kontribusi dan peran media massa,” ujar Mayjen Arief saat menerima pengurus PWI Jatim di Makodam V/Brawijaya, Rabu (16/1/2019).

Sejumlah pengurus PWI Jatim diterima Mayjen Arief, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Bambang, dan para perwira Kodam V/Brawijaya, saat silaturahmi dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional 2019 dan HUT PWI ke-73.

Para pengurus PWI Jatim itu antara lain, Wakil Ketua Bidang Organisasi Machmud Suhermono, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Nurwahid, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Teguh Lulus R, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Ainur Rohim, Sekretaris Eko Pamuji, dan sejumlah pengurus lainnya.

Mayjen Arief mengutarakan, di era keterbukaan seperti sekarang, peran strategis media massa tak mungkin dinafikan, terutama media mainstream. Berbagai informasi yang berseliweran di media sosial tak seharusnya langsung ditelan dan dikonsumsi. Mesti dilakukan cek dan ricek lebih dulu secara cermat dan hati-hati. “Dalam perspektif demikian, media mainstream yang menjadi rujukan,” tambahnya.

Termasuk dalam konteks ini, katanya, citra baik dan kepercayaan tinggi kepada TNI secara institusional tak mungkin dilepaskan dari dukungan pemberitaan positif dan konstruktif media massa atas kinerja TNI. “Karena itu, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada media,” ungkapnya.

Perwira tinggi TNI-AD kelahiran Kota Bandung ini, mengungkapkan, sejak sekolah dasar (SD) kebiasaan membaca media massa, yakni koran, telah dilakukan secara konsisten. Mayjen Arief mengatakan, bapak dan ibunya adalah seorang guru. Tiap hari orang tuanya berlangganan koran mainstream di Jawa Barat.

“Setelah bapak dan ibu saya membaca koran, ya saya ganti yang membaca. Itu saya lakukan setiap hari,” ujarnya.

Selain mengikuti perkembangan berita aktual yang menjadi headline, second headline, dan jenis liputan lainnya di koran, Mayjen Arief mengatakan, berita cerita bersambung di koran adalah menu berita dan informasi yang dia lalap setiap hari. “Dengan membaca koran dan media massa maka wawasan dan pengetahuan saya bertambah. Media massa memberikan pendidikan kepada pembacanya,” ingatnya.

Ditanya tentang kesiapan Kodam mengamankan perhelatan Pileg dan Pilpres 2019, alumni Akmil 1988 yang pernah menjabat sebagai Waasrena KSAD dan Waasrenum Panglima TNI ini, menjelaskan, sebanyak 12.000 personel Kodam V/Brawijaya diterjunkan membantu Polri mengamankan hajatan politik tersebut di Jatim.

“Ya sejak beberapa waktu lalu sudah dilakukan, terutama bagi personel di teritorial,” tegas Mayjen Arief. [air/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar