Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Tim TP4D Panggil Semua Pihak Terkait Pembangunan Pasar Sumoroto

NEKAT JUALAN: Sejumlah pedagang masih bertahan di tempat jualan yang atapnya roboh.(Foto : Istimewa).

Ponorogo (beritajatim.com) – Meski sudah dihimbau oleh Dinas Perdakum Ponorogo untuk pindah ke area lain di Pasar Sumoroto. Sejumlah pedagang tetap nekat berjualan di dekat lokasi robohnya atap di pelataran sisi timur pasar.

”Sebenarnya ya takut, tapi mau gimana lagi kami harus tetap berjualan,” kata salah satu pedagang yang masih bertahan Partin, Selasa (20/8/2019).

Dia dan pedagang lainnya beralasan tetap nekat menggelar dagangannya di lokasi karena tidak punya tempat lain untuk berjualan. Partin menyebut atap tempatnya berjualan saat ini dipasang tiga penyangga dari bambu oleh petugas pasar.

”Keinginannya ya cepat diperbaiki, supaya jualannya aman dan nyaman,” katanya.

Sementara kabar robohnya atap pelataran timur pasar Sumoroto di Kecamatan Kauman itu juga terdengar oleh Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Mereka memastikan akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan proyek tersebut. Sanksi tegas diberikan jika didapati ada pelanggaran hukum dalam pembangunan pasar yang baru diserahterimakan pada Januari lalu.

”Kami sudah meninjau kerusakan. Dan juga sudah berkoordinasi dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk mengumpulkan pihak-pihak yang terkait pembangunan proyek pasar tersebut,” kata Ketua TP4D Kejari Ponorogo Kundrat Mantolas, Selasa (20/8/2019).

Dalam peninjauan kerusakan tersebut, sejumlah saksi pedagang yang ditemui mengungkapkan ada angin kencang pada saat kejadian. Selain itu sejumlah pedagang juga kedapatan memasang terpal cukup panjang yang disebut-sebut menambah beban terhadap atap yang ambruk.

”Kami juga tidak langsung mengatakan itu penyebabnya. Untuk mengetahui apa penyebab kerusakan, kami kumpulkan dulu pihak terkait. Setelah itu, baru dapat ditindaklanjuti,” katanya.

Kundrat mengungkapkan semua kemungkinan bisa saja terjadi. Apa itu ada pelanggaran dalam perencanaan atau pun pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai spesifikasi.

”Akan kami pelajari dulu, apakah ada perencanaan salah atau pelaksanaannya yang tidak sesuai spesifikasi. Tapi kalau tidak sesuai aturan pasti akan ada konsekuensi hukumnya,” pungkasnya.(end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati