Peristiwa

Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Tim TDB PMI Pamekasan Bagikan 329 Ribu Liter Air Gratis

Tim TDB PMI Pamekasan, mendistribusikan air bersih gratis melalui alat penampungan sementara yang dibuat warga di Desa Larangan Loar, Kecamatan Larangan. [Foto: Humas PMI Pamekasan for beritajatim.com]

Pamekasan (beritajatim.com) – Tim Tanggap Darurat Bencana (TDB) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, mendistribusikan sebanyak 329 ribu liter air secara gratis bagi warga terdampak kekeringan di lima kecamatan berbeda di Bumi Gerbang Salam.

Total air gratis tersebut merupakan bagian dari salah satu program sosial dan partisipasi meringankan beban masyarakat terdampak, hal itu dilakukan sejak awal September 2019 lalu. “Hingga hari ini, total air yang sudah kita distribusikan sekitar 329 ribu liter,” kata Wakil Kepala Markas PMI Pamekasan, Yulianto Priyanto, Senin (23/9/2019).

Jumlah tersebut merupakan angka sementara air bersih yang dibagikan secara gratis kepada warga terdampak kekeringan, sebab proses distribusi air bersih bakal dilakukan hingga akhir September 2019 mendatang. “Dapat dipastikan, total air gratis yang kita bagikan akan terus bertambah,” ungkapnya.

Tim TDB PMI Pamekasan, membagikan air bersih gratis bagi warga di Desa Larangan Loar, Kecamatan Larangan, Pamekasan.

“Sebab hingga saat ini, Tim TDB PMI Pamekasan juga tengah melakukan aksi sosial berupa distribusi air bersih gratis bagi warga terdampak kekeringan. Khususnya di lima kecamatan berbeda yang kami jadikan sebagai sasaran distribusi,” jelasnya.

Memang dari total 11 kecamatan berbeda di Pamekasan, yang terdampak kekeringan akibat kemarau tahun ini. Mereka hanya memprioritaskan untuk lima kecamatan saja, yakni Kecamatan Galis, Larangan, Pademawu, Palengaan dan Tlanakan.

“Seperti kami sampaikan dari awal, untuk tahun ini kita fokuskan di lima kecamatan berbeda yang terdampak kekeringan akibat kemarau. Sebagian besar merupakan wilayah selatan kabupaten Pamekasan, wilayah tengah kami hanya fokus di kecamatan Palengaan,” sambung pria yang akrab disapa Yuli.

Berdasar data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, tercatat hanya dua dari total 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, dinyatakan aman dan bebas dari bencana kekeringan. Masing-masing Kecamatan Pakong dan Kecamatan Pamekasan (Kota).

Kedua kecamatan tersebut tidak termasuk dari 11 kecamatan berbeda yang dipastikan terdampak kekeringan yang tersebar di sebanyak 325 dusun yang tersebar di 80 desa. Total warga terdampak kekeringan terdiri dari 71.032 kepala keluarga.

Mengacu pada data tersebut, tercatat sebanyak 212.321 jiwa di kabupaten Pamekasan, terdampak kekeringan dan mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun ini. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya tersebar di sebanyak 310 dusun di 80 desa berbeda, tambah 15 dusun.

Salain TDB PMI Pamekasan, terdapat sejumlah instansi atau lembaga lain yang ikut serta mendistribusikan air bersih gratis bagi masyarakat terdampak kekeringan. Di antaranya BPBD, partai politik (parpol) hingga perorangan alias pribadi.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, kekeringan di Bumi Gerbang Salam diprediksi bakal berlangsung hingga sebulan kedepan. Bahkan puncak kekeringan juga diprediksi terjadi pada Oktober 2019 mendatang. “Namun untuk pendistribusian air bersih gratis ini kita lakukan hingga akhir September 2019,” pungkasnya [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar