Peristiwa

Tim PVMBG Periksa Tempat Relokasi SDN 2 Tugurejo

Ahli geologi memakai drone untuk melihat kondisi tanah relokasi dari atas. [foto: Istimewa]

Ponorogo (beritajatim.com) – Tim ahli geologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, akhirnya kembali mengunjungi Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Pada 2017, mereka meneliti secara langsung tanah gerak di desa tersebut.

Kali ini selain untuk melihat perkembangan tanah gerak yang diteliti dul, kedatangannya juga dikhususkan untuk melakukan pemeriksaan lokasi yang akan menjadi daerah relokasi dari SDN 2 Tugurejo. Sekolah dasar tersebut harus segera direlokasi, karena berada di zona rawan tanah gerak.

“Selain melihat perkembangan tanah gerak, oleh Pemkab Ponorogo dimintai bantuan untuk memeriksa tempat relokasi untuk SDN 2 Tugurejo,” kata Kabid Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Kementerian ESDM Agus Budianto, Jumat (21/2/2020).

Saat mengecek di lapangan, kata Agus, lokasi relokasi berada di area persawahan, di sekelilingnya ada hutan dan bukit. Selain itu juga ada jalur sungai dan anak sungai. Dia menyebut bahwa gambaran secara umum, tempatnya memiliki sudut kelerengan yang rendah sekali. Bisa dikatakan relatif datar dan aman. “Namun, belum sepenuhnya aman, kita masih akan mengevaluasi jalur air dan kondisi batuannya,” katanya.

Selain pemantauan langsung di lokasi, tim geologi juga melakukan pemantauan dengan menggunakan drone. Sehingga mereka juga melihat kondisi lokasi dari atas lewat drone tersebut. Dengan begitu, lanjut Agus, pihaknya bisa segera membuat rekomendasi untuk Pemkab Ponorogo.

Dia kembali mengulangi bahwa tempat relokasi relatif aman tetapi dengan catatan. Nah, catatan itulah yang nantinya harus diperhatikan dalam membangun gedung sekolah. Jadi, andai kata ada sesuatu, sudah diantisipasi dari sejak sekarang. “Rekomendasi paling cepat seminggu setelah pulang dari sini, sudah jadi dan bisa dikirim ke Ponorogo,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar