Peristiwa

Tiga Hari Tanpa Air Bersih, Warga Surabaya Timur Harus Menampung Air Hujan

Surabaya (beritajatim.com) – Sudah tiga hari PDAM tak mengalir dan belum mendapatkan bantuan suplay air bersih dari PDAM Kota Surabaya. Warga RW 12 Kelurahan Medokan Ayu pun harus rela menampung air hujan untuk kebutuhan memasak, cuci serta mandi.

Rusaknya saluran pipa PDAM karena pengerjaan tiang pancang proyek di Perumahan Purimas Rungkut membuat seluruh warga harus mengandalkan air hujan. Sedangkan bantuan suplay air bersih sejak Kamis (5/3/2020) hingga Sabtu (7/3/2020) tak kunjung datang.

“Kami sudah berkali-kali menelpon nomor kontak PDAM tetapi tidak aktif. Tadi kami juga menelpon Command Center di 112, juga tak mampu memastikan kapan bantuan air bersih datang ke tempat kami. Saat ini anak-anak dan orang dewasa belum mandi. Jika keluarga yang memiliki uang bisa membeli air kemasan isi ulang, tetapi bagi warga yang kurang mampu terpaksa harus menunggu derasnya hujan baru bisa mandi dan menampung air untuk keperluan memasak dan cuci piring,” jelas Adi Wijaya, warga RT 6 RW 12 Kelurahan Medokan Ayu, Sabtu (7/3/2020).

Tak hanya itu, warga yang memiliki usaha UKM tanaman hidroponik di 4 RT di RW 12 pun terancam gagal panen karena pasokan air bersih tidak ada. Bahkan menurut Yuli, dirinya kebingungan karena air yang menjadi sumber pertumbuhan utama sayur hidroponik mereka tidak ada.

“Jika kami membeli air isi ulang, maka biaya produksi kami akan membengkak. Apalagi satu tandon tanaman hidroponik kami butuh 50 liter air. Dan di RW 12 ini ada 12 meja tanaman hidroponik dalam skala yang cukup besar. Jika esok hari PDAM belum mengalir kami tidak tahu lagi harus bagaimana,” keluhnya.

Warga berharap saat Minggu pagi, mereka sudah mendapat suplay air bersih dari truk tangki PDAM sehingga usaha hidroponik masyarakat RW 12 tidak mati karena layu. Dan warga tak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk membeli air untuk mandi, cuci dan bercocok tanam hidroponik. [rea/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar