Peristiwa

Tiga Hari Bertahan di Rakit, 4 Penumpang KLM Jaya Abadi Ditemukan Selamat, Satu Hilang

Sumenep (beritajatim.com) – Awak Kapal Layar Motor (KLM) Jaya Abadi yang hilang kontak di Perairan Pulau Sepudi, Kabupaten Sumenep, akhirnya ditemukan, Sabtu (25/04/2020).

“Mereka diketemukan di Perairan Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, terombang-ambing di rakit. Tapi dari 5 penumpang kapal, yang diketemukan selamat 4 orang. 1 orang hilang dan masih dalam pencarian,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti.

Keempat korban laka laut yang selamat itu masing-masing nahkoda kapal, Asmuni (43), Mas’uri (70) pemilik barang, Andi Fata Yani (21), dan Adi (40). Semuanya merupakan warga Dusun Gua Gua Selatan, Desa Gua Gua Kecamatan/ Pulau Raas. “Sedangkan satu penumpang kapal atas nama Tedi Kurniawan tidak bisa mempertahankan diri hingga lepas dari rakit bambu,” ujar Widiarti.

Ia memaparkan, berdasarkan keterangan nahkoda, kapal berangkat dari Situbondo pada hari Rabu (22/04/2020) jam 08.00 WIB. Kapal berlayar dengan tujuan Desa Gua Gua, membawa muatan semen sebanyak 200 sak dan 250 lembar asbes.

Namun pada Kamis (23/04/2020) sekitar jam 03.00 WIB, perahu mengalami kerusakan dan kebocoran. Nahkoda bersama ABK kemudian merakit bambu yang ada untuk mempersiapkan hal-hal yang tidak di inginkan. Sekitar jam 06.30, parahu tidak bisa bertahan lagi dan akan tenggelam. “Sebelum perahu tenggelam, nahkoda dan seluruh awak perahu menyelamatkan diri dengan naik rakit bambu yang telah dibuatnya,” ungkap Widiarti.

Setelah terombang-ambing di laut naik rakit bambu selama tiga hari, mereka ditolong oleh Amir dan Muchlisin, nelayan asal Besuki, Situbondo yang melintas di Perairan Giliraja. “Waktu dua nelayan ini melintas, mereka melihat ada yang melambai-lambaikan tangan di tengah laut. Ketika didekati, ternyata empat korban laka laut ini yang memanggil,” jelasnya.

Kedua nelayan itu segera menolong empat korban perahu tenggelam dan membawa mereka ke desa terdekat. Kebetulan ada famili Amir di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto. Keempat korban pun dibawa ke rumah Zaituna. “Tapi karena kondisi empat orang ini lemas akibat bertahan 3 hari di rakit tanpa makan, maka mereka pun dibawa ke Puskesmas Bluto untuk mendapatkan penanganan medis,” ucap Widiarti. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar