Peristiwa

Terus Mengalir, Karangan Bunga untuk Gus Sholah Sepanjang 1 Km

Jombang (beritajatim.com) – Pengasuh pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah sudah dikebumikan. Namun ungkapan duka cita terus mengalir ke pesantren Tebuireng. Para petakziah terus berdatangan. begitu juga dengan karangan bungka ungkapan duka cita.

Saking banyaknya, karangan bunga yang ditata berjajar di pinggir jalan raya depan pesantren tersebut panjangnya mencapai 1 kilometer. Karangan bunga datang dari berbagai kota. Pengirimnya juga lintas sektoral. Ada dari parpol, organisasi kemasyaratan, instansi pemerintahan, perguruan tinggi, hingga kalangan swasta.

“Pagi ini masih ada kiriman karangan bunga. Salah satunya dari FPI (Front Pembela Islam) pusat. Selain ditaruh di dalam pondok, karangan bunga juga dijajar di tepi jalan depan pondok. Karena memang jumlahnya sangat banyak. Karangan bunga yang ditata di luar itu panjangnya mencapai satu kilometer,” ujar pengurus pesantren Tebuireng Teuku Azwani, Selasa (4/2/2020).

Karangan bunga dari FPI pusat yang dikirim ke pesantren Tebuireng pada Selasa (4/2/2020)

Gus Sholah mengembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (2/2/2020) sekitar pukul 20.55 di RS Harapan Kita Jakarta usai menjalani operasi penyakit jantung. Gus Sholah adalah pengasuh pesantren Tebuireng yang ketujuh atau 2006 hingga 2020, sejak generasi sang kakek KH Hasyim Asyari (1899-1947).

Gus Sholah, lahir di Jombang 11 september 1942. Mantan Wakil Ketua Komnas HAM ini merupakan putra ketiga dari enam bersaudara dari pasangan KH Wahid Hasyim dan Nyai Hj. Sholihah.

Gus Sholah menempuh pendidikan umum mulai dari SD Perwari Salemba, SMP Negeri 1 Cikini, kemudian SMA Negeri 1 Budi Utomo hingga menamatkan kulaihnya di jurusan Arsitek ITB (Institut Teknologi Bandung). [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar