Peristiwa

Terungkap Sinyal Politik Khofifah untuk Pilwali Surabaya 2020

Khofifah dalam acara Temu Relawan Khofifah-Emil di Grahadi pada hari Minggu (29/12/2019).

Surabaya (beritajatim.com) – Pilwali Surabaya terus bergulir hangat dan mengerucut kepada sejumlah nama yang akan maju menjadi Surabaya 1 lima tahun kedepan. Kini, giliran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur disebut sempat mengeluarkan sinyal terkait pesta demokrasi mencari suksesor Wali Kota Risma.

Informasi ini didapatkan beritajatim.com dari Hamedi, Ketua Sahabat KIP yang merupakan relawan pasangan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018 lalu. Ia bercerita jika Khofifah sempat meminta agar para relawannya kini fokus untuk kembali ke daerah asal. Hal itu diungkapkan Khofifah dalam acara Temu Relawan Khofifah-Emil di Grahadi pada hari Minggu (29/12/2019).

“Jadi, Bu Khofifah bilang agar yang dari Jombang ayo kembali ke Jombang. Relawan dari Madura, ayo mengawal yang di Madura. Begitu juga untuk yang Surabaya dan Sidoarjo. Saatnya menata wilayah masing-masing. Memperbesar pendapatan daerah bukan memperbesar beda pendapat,” kata Hamedi, Selasa (31/12/2019).

Lebih lanjut, menurut Hamedi, Khofifah juga mengajak relawannya untuk terus mensukseskan program-program Pemprov Jatim. Tentunya, di daerah asal masing-masing.

“Bu Khofifah menaruh harapan besar kepada para relawan khususnya, untuk intens mendukung (Program Nawa Bhakti Satya), dengan menjadi garda terdepan di daerahnya masing-masing,” tegasnya.

Terakhir, Hamedi juga menjabarkan jika Khofifah meminta agar para relawannya tidak saling ribut sendiri. Persatuan harus terus diutamakan. “Pesan Bu Khofifah, tolong dijaga kebersamaan antar relawan. Jangan ada yang merasa paling benar sendiri dan lalu menyalahkan (relawan) yang lain,” pungkas Hamedi.

Sebagai informasi, beberapa orang dekat Khofifah memang diketahui masuk di bursa Pilwali Surabaya. Sebut saja diantaranya adalah Gus Hans, Dwi Astutik, dan Lia Istifhama.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar