Peristiwa

Terungkap, Anak Tiri Bunuh Takmir Masjid Desa Serah Gresik

Tersangka pembunuhan takmir masjid Desa Serah Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Kasus meninggalnya takmir masjid asal Desa Serah, Kecamatan Panceng, Gresik, yakni Askuri (76), yang tidak wajar akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi saat dilakukan otopsi jenazah, pria lanjut usia tersebut dibunuh oleh anak tirinya yang bernama Hidayat (24).

Sebelum takmir masjid itu meninggal, dirinya terlibat cekcok dengan anak tirinya yang menganggap tidak menafkahi ibunya. Selanjutnya, pelaku (Hidayat) mendorong korban yang bernama Askuri sampai jatuh ke lantai. Tidak hanya itu, pelaku juga diduga menganiaya korban hingga meninggal.

Berangkat dari situ, polisi akhirnya melakukan penyelidikan, dengan melakukan pembongkaran makam serta mengotopsi jenazah korban. Hasil otopsi polisi menemukan jika korban mengalami tindak kekerasan.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitirianto menuturkan, setelah mengetahui hasil otopsi pihaknya memanggil saksi-saksi. Antara lain Hidayat yang merupakan anak tiri korban. Saat dilakukan interogasi pelaku langsung mengakui jika ia membunuh korban karena kesal ayah tirinya tidak pernah menafkahi ibunya. Saat itu juga status Hidayat yang semula saksi naik menjadi tersangka.

“Pelaku ini semula menanyakan jika Askuri yang merupakan anak tirinya kok tidak menghidupi ibu korban selama pelaku berada di penjara. Tapi saat dialog itu pelaku tersinggung dengan kalimat korban sehingga terjadi tindak kekerasan,” tuturnya, Rabu (22/07/2020).

Masih menurut Arief Fitrianto, setelah terjadi percekcokan dengan korban kemudian tersangka diusir oleh korban dengan mendorong tubuh tersangka. Dorongan korban itu ternyata mengenai tangan kiri tersangka yang mengalami luka, sehingga merasa kesakitan.

Karena merasa jengkel dan marah akibat perbuatan korban, pelaku akhirnya memukul kepala mengenai pelipis kanan korban sebanyak satu kali hingga korban jatuh tersungkur di lantai. Mengetahui korban jatuh tersungkur, pelaku meninggalkan begitu saja di dalam kamar. “Kemungkinan saat korban jatuh kepalanya terbentur di lantai sampai mengeluarkan darah,” paparnya.

Saat ini polisi sudah menangkap pelaku pembunuhan. Hidayat diancam dengan pasal 338 KUHP atau pasal 351 KUHP tentang penganiyaan menyebabkan kematian dengan ancaman kurungan minial 7 tahun hingga 15 tahun penjara. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar