Peristiwa

Tertimpa Tandon Septictank, Dua Pekerja di Driyorejo Gresik Tewas

Gresik (beritajatim.com)- Pekerja proyek bangunan perumahan Mitra Jaya di Desa Wedoranom, Kecamatan Driyorejo, Gresik alami kecelakaan kerja.  Akibat kejadian itu, dua pekerja tewas di tempat kejadian perkara (TKP) usai tertimpa tandon septitank.

Kedua pekerja yang tewas itu adalah Yayat (47) asal Desa Sari Mukti, Kecamatan Karanunggal, Tasikmalaya, dan Yono (42) asal Desa Manjung, Kecamatan Montong, Tuban.

Usai tertimpa tandon, kedua jasad korban kemudian dibawa oleh anggota Polsek Driyorejo ke rumah sakit Anwar Medika, kecamatan Krian, kabupaten Sidoarjo untuk dimintakan VeR jenazah.

Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin menuturkan, kedua pekerja tersebut tewas saat sedang melakukan pemasangan tandon sepitank.

“Keduanya meninggal dunia tertimpa tandon septiteng ¬†ukuran satu kubik. Saat itu korban masih berada di dalam lubang galian. Sementara septitank masih digantung di atas mereka. Kemudian salah satu tiang penggantung itu ambles lalu menimpa kedua pekerja itu,” tuturnya, Kamis (24/04/2020).

Ia menambahkan, saat mengetahui peristiwa kecelakaan kerja tersebut para pekerja lain langsung mengevakuasi korban namun kondisi korban sudah tidak bernyawa dan dilaporkan ke pemborong, yang bernama Agus.

Selanjutnya, pemborong itu memerintahkan perkerjanya supaya jasad itu dibawa ke gudang untuk dibersihkan dengan cara disemprot air keran.

“Mngetahui dua jasad itu hendak dimandikan, kami langsung segera melarang mereka. Soalnya cara membersihkan seperti hewan saja. Selanjutnya kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” imbuhnya.

Usai kejadian, satu set crak bersama rantai yang digunakan untuk menggantungkan tandon sepiteng telah diamankan oleh pihak berwajib beserta tiga buah tiang pancang, satu unit tandon sepiteng dengan ukuran tampung 1 kubik.

“Kedua jenazah telah dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan,” ungkap Wavek Arifin.

Ada dugaan, kedua pekerja itu tewas di TKP karena tidak diberikan peralatan safety sehingga membuat kepala dan badan kedua korban luka-luka.

Pihak pengembang perumahan Mitra Jaya tersebut juga ada dugaan membangun rumah di atas tanah yang belum layak karena belum memenuhi standar perumahan. (dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar