Peristiwa

Tersangka Pelecehan Seksual Bebas Berkeliaran, Mahasiswa Sampang Demo

Demo Kopri PMII di depan Mapolres Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Korps PMII Putri (KOPRI) mengelar aksi demonstrasi di depan Polres Sampang, Kamis (24/9/2020). Mahasiswa mengaku prihatin dengan banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Sampang.

Dengan membawa atribut berupa bendera dan sejumlah poster tuntutan aksi, KOPRI PMII menyuarakan sejumlah permasalahan kasus pelecehan seksual terutama yang menimpa korban anak di bawah umur.

Dalam orasinya, KOPRI PMII menuding polisi Sampang terkesan lelet dalam mengungkap kasus pelecehan sex dan tidak segera menangkap tersangka. Terbukti beberapa waktu lalu seorang ibu korban menangis di Mapolres karena para tersangka pelecehan seksual masih bebas berkeliaran. Sebab, dari enam pelaku pemerkosaan hanya dua orang yang diamankan.

“Polisi dan lembaga lainnya harus bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan terhadap anak, ini sudah tidak diindahkan lagi oleh Kepolisian Resor Sampang,” teriak korlap aksi Raudatul di depan Mapores Sampang.

Menangapi demonstran, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz berjanji sesegera mungkin menangkap para pelaku yang kini menjadi DPO. Namun, pihaknya tidak bisa memberikan batas waktu selama pengembangan.

“Kita tunggu saja semua butuh proses, mohon waktunya, apabila ada yang mempunyai informasi apapun silahkan sampaikan ke penyidik,” pungkasnya.

Aksi sempat memanas saat para pendemo meminta Kapolres Sampang menandatangani surat pernyataan tuntutan aksi, pucuk pimpinan polisi di Sampang itu tak mau menyepakati. Akibatnya, terjadi adu mulut bahkan pendemo menggelar tahlil sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja aparat hukum. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar