Peristiwa

Terprovokasi Isu Penculikan, Warga Jember Rundung Orang Sakit Jiwa

Jember (beritajatim.com) – Gara-gara disangka penculik, pria asal Brebes, Jawa Tengah, dirundung di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Gara-gara warga terprovokasi kabar yang disebar melalui akun media sosial Facebook.

Pria itu bernama Nana Sunardi (30), warga Desa Karangsawah, Kecamatan Tonjong. Dia datang sendirian ke Dusun Krajan, Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Senin (16/2/2020) kemarin. “Dia membawa sarung dan sak yang di dalamnya berisi baju ganti dan alat mandi,” kata Kepala Kepolisian Sektor Bangsalsari Ajun Komisaris I Putu Adi, Kamis (20/2/2020).

Warga yang melihatnya mendadak curiga dan menyangka Nana adalah penculik. “Warga lainnya kemudian datang. Menurut Pak Kepala Dusun, dia sempat di-bully secara verbal. Namun secara fisik tidak,” kata Adi.

Nana kemudian dilepas, karena disangka orang gila. Sehari kemudian, dia berada di Desa Bangsalsari. “Sama, di sana dia juga di-bully. Ada bully fisik namun sedikit-sedikit. Warga kemudian ada yang menelepon Pak Kepala Desa. Untung datang Pak Kades, mencegah warganya,” kata Adi.

Menurut Adi, warga terprovokasi oleh pernyataan di akun Facebook Fifin Alfina yang diunggah pada 17 Februari 2020. Di sana tertulis: ‘Waspada penculikan anak hampir terjadi di Desa Tugusari. Ini foto penculik yang berhasil dikepung namun melarikan diri. Jadi untuk warga Jember khususnya warga Tugusari saat ini sedang ramai dengan penculik tersebut.

Mohon berhati-hati. Penculik beraksi dari tadi sore. Untung saja tidak ada korban. Modus yang digunakan yaitu penculik pura-pura gila dengan membawa karung berisikan sabun, modol, gayung, dan lain-lain. Ternyata penculik tersebut membawa banyak teman dengan membawa mobil berplat Madura. Mohon sebarkan info ini kepada warga agar berhati-hati.’

Nana kemudian diamankan di Markas Polsek Bangsalsari. Nana ternyata tidak membawa KTP. Identitasnya terungkap setelah polisi menanyainya berulang-ulang. “Karena yang bersangkutan lebih banyak diam, dan kadang nyambung, kadang tidak,” kata Adi.

Setelah dicek, keluarga Nana pun bisa dihubungi. “Ciri fisik yang terlihat adalah tangan kirinya terluka saat mencari ramban kayu. Dia jatuh. Kata keluarga, mungkin kepalanya kena. Dia sempat dirawat di rumah sakit jiwa,” kata Adi.

Adik Nana, Ivan Maulana, membenarkan jika kakaknya mengalami gangguan jiwa dan kabur saat dalam masa pengobatan. “Tahu-tahu sudah di Jember,” katanya.

Ivan bersyukur bertemu Nana di Jember. “Saya senang sekali bertemu kakak. Dia sudah tujuh tahun meninggalkan keluarga,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar