Peristiwa

Terpendam Lumpur, Korban Hanyut di Mojokerto Ditemukan Setelah Hilang 2 Minggu

Mojokerto (beritajatim.com) – Akhirnya, jasad Sagi (60) warga Dusun Slawe, Desa Padi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto yang sebelumnya hanyut di Sungai Pikatan saat banjir ditemukan. Tubuh korban terpendam lumpur dan baru ditemukan setelah dua minggu hilang.

Tubuh korban ditemukan oleh seorang penambang pasir di Sungai Pikatan yang berjarak kurang lebih 2 km dari lokasi korban hanyut. Jasad korban ditemukan pada, Selasa (10/03/2020) sekitar pukul 08.00 WIB oleh seorang penambang pasir yang kebetulan sedang beraktifitas.

Saat ditemukan hanya tampak tangan, sedangkan tubuh korban terpendam pasir di Sungai Pikatan. Karena terpendam pasir sehingga petugas cukup kesulitan mengeluarkan jazad korban. Sehingga petugas menggunakan diesel untuk mengeluarkan air dan pasir.

Salah satu relawan, Purnomo mengatakan, jasad korban ditemukan pertama oleh salah seorang penambang pasir yang beraktifitas menambang pasir di sepanjang aliran Sungai Pikatan. “Korban hanya terlihat tangan saja, tubuhnya terpendam dalam pasir,” ungkapnya.

Dalam proses evakuasi, petugas beserta relawan dan warga sempat kesulitan mengeluarkan jasad korban yang terpendam pasir. Sehingga untuk mengeluarkan air, mengeruk pasir dan mengeluarkan jasad korban digunakan diesel. Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, Kapolsek Gondang, AKP Purnomo membenarkan, korban merupakan warga yang dikabarkan hanyut di Sungai Pikatan pada, Rabu (26/2/2020). “Iya, itu jasad Pak Sagi yang hanyut beberapa hari yang lalu. Jasad korban ditemukan kurang lebih 2 km dari lokasi korban hanyut,” jelasnya.

Sebelumnya, Seorang warga bernama Sagi (60) asal Dusun Slawe, Desa Padi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto dikabarkan keluarganya, hilang. Diduga korban hanyut di Sungai Pikatan saat banjir terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada, Rabu (26/2/2020) kemarin.

Kabar hilangnya baru disadari keluarganya pada, Kamis (27/2/2020) sekira pukul 04.30 WIB. Saat itu, istri korban Tamsiah (50) mencari korban namun korban tidak ada di rumah. Sementara barang-barang milik korban seperti, rokok, sabit, sandal hingga nasi bungkus masih utuh berada di dalam rumah.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar