Peristiwa

Teror Pilkades, Dapur dan Kandang Sapi Ketua Panitia Dibakar

Dapur dan kandang sapi yang didiga dibakar OTK

Sumenep (beritajatim.com)  РKebakaran terjadi di rumah Hartono, warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep. Api melalap dapur dan kandang sapi.

Informasi di lapangan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Kebakaran itu diduga sebagai buntut persoalan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Juruan Laok. Diduga, rumah Ketua Panitia Pilkades Juruan Laok itu sengaja dibakar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Indikasinya, ditemukan botol bensin di lokasi kebakaran. Bahkan tidak hanya itu, diduga juga ada upaya pembunuhan. Ibu Ketua Panitia Pilkades berinisial S yang tengah tertidur, sempat dilempari bensin.

S pun terbangun dan langsung berteriak. Tetangga-tetangga pun berdatangan dan bergerak cepat memadamkan api. Beruntung api bisa segera dipadamkan sebelum merembet ke yang lain.

Ketua Panitia Pilkades Juruan Laok, Moh. Hartono menyebut kejadian itu sebagai teror pilkades. Namun ia mengaku tidak gentar dan tetap akan jalan terus sesuai aturan yang ada.

“Ini teror pilkades. Tapi kami tetap akan jalan terus. Yang penting kami tetap netral dan melaksanakan sesuai aturan yang ada,” tegasnya.

Pantauan di lapangan, saat ini di lokasi kebakaran telah dipasang ‘police line’. Bahkan tim inafis Polri juga telah berada di lokasi untuk melakikan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi.

Sebelumnya, pada Rabu (9/10/2019), ratusan warga Juruan Laok, Kecamatan Batu Putih berunjuk rasa besar-besaran. Mereka mendatangi kantor Bupati, kemudian Dinas Pemberdayaaan Masyarakat Desa (DPMD), dan kantor DPRD Sumenep.

Mereka memprotes tidak lolosnya bakal calon Kepala Desa atas nama Noer Mahenny. Para pendukung bakal calon kades tersebut mempertanyakan, mengapa dalam penilaian, pengalaman pemerintahan mendapatkan skor 0. Padahal, bakal.calon ini pernah bekerja sebagai tenaga honorer di Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar