Peristiwa

Terminal dan Stasiun KA Mojokerto Disemprot Disinfektan

Petugas memeriksa suhu tubuh calon penumpang di Stasiun KA Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus melakukan upaya pencegahan dan antisipasi ancaman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Salah satunya dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah kantor layanan publik dan fasilitas umum.

Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati selaku Komandan Satgas Penanggulangan dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mojokerto meninjau langsung penyemprotan disinfektan yang dilakukan petugas Dinkes Kota Mojokerto di Terminal Kertajaya. Didampingi Koordinator Satgas diantaranya Satgas Perhubungan yang dikoordinatori oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto.

Kepala Dishub Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo mengatakan untuk mencegah penyebaran COVID-19, satgas perhubungan melakukan rencana aksi bidang perhubungan yaitu dengan melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan pada kendaraan angkutan umum dan juga tempat umum seperti Terminal Kertajaya dan Stasiun Kereta Api (KA) Mojokerto.

“Penyemprotan dilakukan dengan titik sasaran seluruh lantai, toilet, kursi ruang tunggu, handle pintu, pegangan tangga, pegangan pintu kendaraan angkutan umum, jok kendaraan, kemudi, bagian-bagian yang rawan menjadi media penyebaran virus serta lingkungan sekitar Terminal dan Stasiun Kereta Api,” ungkapnya, Rabu (18/3/2020).

Selain penyemprotan, Satgas di Bidang Perhubungan juga telah menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun di terminal dan menyediakan thermal gun untuk memeriksa suhu tubuh. Usai meninjau kegiatan di terminal, dilanjutkan sosialisasi Covid-19 kepada para pengemudi angkutan umum, penumpang dan para pedagang yang bertempat di Aula Terminal Kertajaya dengan narasumber dr Farida dari Dinkes Kota Mojokerto.

Dalam kesempatan ini, Sekdakot Harlistyati mengimbau agar warga kota jangan sampai terlalu panik menghadapi pandemik Corona, sebab rasa panik juga bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga menyebabkan sakit. “Sebaiknya senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun, jaga kesehatan (imun tubuh) agar kebal terhadap virus,” jelasnya.

Sebagai bentuk pencegahan, lanjut Harlis, untuk sementara kita lakukan Sosial Distancing yaitu menjauhi kerumunan, diupayakan jarak ada jarak minimal 1 meter dari tempat kerumunan dan gunakan masker kalau sakit. Sebagai upaya pemantapan tugas Satgas Penanggulangan dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mojokerto, Sekdakot melanjutkan dengan menggelar rapat terbatas sekaligus evaluasi bersama para Koordinator Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Ruang Nusantara Pemkot Mojokerto. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar