Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Terlalu Banyak, Warga Keluhkan Pemasangan Pita Kejut di Depan Rumah Dinas Wabup Magetan

Speed bump atau pita kejut setinggi sekitar tujuh sentimeter di Jalan Jaksa Agung Suprapto Magetan dikeluhkan pengguna jalan. (Foto: Fatihah Ibnu Fiqri/beritajatim.com)

Magetan (beritajatim.com) – Para pengguna jalan mengeluhkan pemasanan speed bump atau pita kejut yang sudah tiga hari terpasang di Jalan Jaksa Agung Suprapto Magetan. Ini lantaran pita kejut itu dipasang tanpa diberi cat penanda sehingga dinilai membayakan.

Lokasi tepat pemasangan pita kejut itu berada di depan Rumah Dinas Wakil Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti. Sumber keluhan pengguna jalan yaitu pita kejut yang terpasang terlalu banyak, dengan ketinggian yang dinilai dapat merusak kendaraan.

”Jalan ini kan jalan utama di kota, bukankah jalan yang rusak dan bergelombang saja diperbaiki agar nyaman, ini yang sudah mulus malah dibuat bergelombang,” kata Hendrik, warga Kelurahan Mangkujayan kepada beritajatim.com, Jumat (20/05/2022)

Hendra bercerita beberapa hari lalu ada ibu-ibu pengguna jalan yang sayurnya sampai tumpah. Selain itu, sejumlah telur yang diangkut mobil pikap pecah gara-gara melitnas di jalan tersebut.

“Jalan Jaksa Agung Suprapto ini bukan komplek militer. Hanya ada rumah dinas wakil bupati saja. Bagaimana bisa hanya mengcover satu orang yang sengsara orang banyak,” lanjut Hendrik.

Keberatan senada juga datang dari warga setempat, Bambang. Dia menyebut setelah jalan dipasang polisi tidur, kaca rumahnya jadi bergetar saat ada kendaraan besar lewat.

“Kami tidak nyaman saat istirahat, bila kendaraan lewat kaca rumah ikut bergetar. Belum kalo ada truk dump lewat dalam posisi kosong, bunya nyaring bikin kaget,” jelasnya.

Masyarakat ingin Jalan Jaksa Agung Suprapto seperti keadaan semula. Nyaman lewat nyaman istirahat, toh selama ini belum yang sampai celaka tertabrak kendaraan yang melaju kencang di jalan itu.

Warga membenarkan kalau speed bump aspal itu dipasang sekitar tiga hari lalu. Mereka menyebut pita kejut itu dipasang atas permintaan Wabup Nanik sendiri dengan alasan agar kendaraan lewat tidak terlalu kencang.

“Awalnya kami maklum hanya pita kejut yang dipasang Dishub kemudian ditambah lagi polisi tidur pada dua sisi. Tinggi dan banyak pokoknya bikin tidak nyaman lah. Suspensi kendaraan bisa rusak,” imbuhnya.

Menanggapi masalah ini, Kepala Dinas Perhubungan Magetan Welly Kristanto, menyebut pemasangan pita kejut dari aspal itu memang untuk mengurangi kendaraan yang melaju kencang di Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Lantaran, rambu-rambu penunjuk kecepatan minimal 40 km/jam tidak dipatuhi. Adanya traffic cone atau kerucut lalu lintas juga tak membuat pengguna jalan mengurangi kecepatan.

”Juga kami akhirnya memasang speed bump dengan semen putih, tapi tidak mengurangi kecepatan para pengguna jalan. Akhirnya, kami pasang speed bump terbuat dari aspal. Hari Senin nanti akan kami cat putih,” kata Welly. (fat/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar