Peristiwa

Terkait Penusukan Wiranto, Habib Ahmad Zen Tak Benarkan Islam Berjihad dengan Membunuh

Habib Ahmad Zen Al Habsy, Ketua Front Anti Aliran Sesat usai mendatangi Polda Jatim, Jumat (11/10/2019). (foto: manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Islam bukanlah agama yang memiliki dasar berjihad dengan membunuh. Baik dengan cara membunuh menggunakan senjata tajam atau menggunakan bom. Seperti yang dialami Menkopolhukam, Wiranto, kepolisian Polda juga turut serta menerima sejumlah petinggi umat beragama di Jatim.

Demikian diungkapkan oleh Habib Ahmad Zen Al Habsy, Ketua Front Anti Aliran Sesat dalam pertemuan bersama Dirintelkam Polda Jatim, Kombes Pol Teddy Setiady, Sabtu (12/10/2019). “Jadi pertemuan ini merupakan pertemuan rutin dan untuk menjalin kebersamaan umat beragama dengan kepolisian dan masyarakat untuk keamanan bersama juga,” kata Kombes Pol Teddy Setiady.

Habib Ahmad Zen Al Habsy mengaku sangat menyayangkan insiden penusukan Menkopolhukam, Wiranto. Terlebih dengan nama Islam para pelaku radikalisme ini merasa perbuataanya sudah benar dan akan masuk surga. Padahal umat Islam di Indonesia haruslah menjunjung tinggi kebersamaan umat beragama.

“Terlebih dengan atas nama Islam. Perbuatan tersebut sangat disayangkan dan tidak mencirikan Islam yang cinta damai,” katanya.

Melihat kondisi tersebut Habib Ahmad Zen meminta seluruh umat Islam yag mendapati sebuah masalah harusnya mengambil langkah untuk bermusyawarah. Sebab menurutnya sebagai manusia yang hidup bersama dimana saja akan selalu menemukan sebuah masalah.

“Oleh sebab itu bermusyawarah sangatlah penting ketimbang mengambil sikap menyelesaikan masalah sendiri yang justru salah jalan karena agama tidak membenarkan tindakan kekerasan, ancam mengancam, apalagi sampai tindakan bom ini tidak dibenarkan,” tandasnya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar