Peristiwa

Terkait Kebersihan Sungai Ledeng di Mojokerto, Ini Rencana Pihak Desa Modopuro

Mojokerto (beritajatim.com) – Pihak Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto akan segera menerbitkan peraturan desa (Perdes) yang mengatur tentang pengelolaan sampah dan limbah. Ini dilakukan agar sungai yang berfungi sebagai saluran irigasi ini bersih dari sampah.

Pj Kepala Desa (Kades) Modopuro, Rokhim mengatakan, berdasarkan pembicaraan awal dengan warga, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan tokoh Desa Modopuro, Sungai Ledeng akan dijaga dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat.

“Kita akan menyiapkan sanksi bagi warga yang terbukti membuang sampah ke sungai. Untuk bentuk sanksi berupa aksi nyata bersih-bersih sungai atau denda berupa uang masih akan koordinasikan dengan organisasi yang ada supaya ada kesepakatan,” ungkapnya, Minggu (10/11/2019).

Masih kata Rokhim, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi ke masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terutama sungai. Seain itu, juga akan dilakukan pembinaan terhadap pengusaha lokal atau pelaku UMKM dengan fokus pengelolaan limbah.

Ada 17 pelaku usaha skala mikro di Desa Modopuro. Mereka terdiri dari perajin tahu, pemotongan ayam serta pelaku UKM keripik usus. Diakui, ada kontribusi limbah dari industri kecil di Desa Modopuro yang mencemari Sungai Ledeng. Namun komposisinya lebih kecil dibanding sampah domestik yang menumpuk di sungai.

“Yang paling banyak justru sampah rumah tangga. Perbandingannya antara 20 dan 80 persen. Delapan puluh persen sampah rumah tangga, kedepan Desa Modopuro akan segera menerbitkan Perdes yang mengatur tentang pengelolaan sampah dan limbah,” katanya.

Sehingga proses pengolahan limbah tidak langsung irigasi melainkan ada proses penjernihan lebih dahulu. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto terkait rencana distribusi tong sampah dan menentukan titik dimana tempat sampah ditempatkan.

“Kedepan, kita akan manfaatan kembali sarana irigasi dan wisata desa berupa pemancingan di Sungai Ledeng. Sampah yang menumpuk di sudut desa bukan sampah Modopuro secara pribadi tapi kiriman dari penduduk di hili sungai,” tuturnya.

Masih kata Rokhim, pihaknya juga akan koordinasi lintas desa dan perangkat agar terjadi kerja sama sehingga ada kegiatan yang sama terkait penggolahan dan memfasilitasi pembuangan sampah baik rumah tangga dan lainnya.

“Terkait ditutupnya saluran yang mengarah ke Kali Sadar, akan kita koordinasikan juga dengan dinas terkait. Kita tidak bisa melangkah begitu saja karena masing-masing pihak punya kepentingan sehingga tidak ada yang dirugikan dan ditemukan titik temu,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar