Peristiwa

Terjerat Jaring Ikan, Pemuda Asal Gresik Meninggal di Sungai Bengawan Solo

Gresik (beritajatim.com) – Naas dialami oleh Dhiyaul Haq (18) pemuda asal Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun, Gresik tewas di Sungai Bengawan Solo. Kuat dugaan, korban sebelum menghembuskan nafas terakhir terjerat jaring ikan saat mencari ikan.

Kanit Reskrim Polsek Dukun Bripka Reza Wahyu menuturkan, pihaknya mendapat laporan dari keluarga korban. Saat itu, ayah korban melaporkan kehilangan anaknya sejak hari Kamis (15/10).

“Dari keterangan kelurganya, korban sering beraktivitas adalah mencari ikan dengan jala di sekitaran sungai Bengawan Solo. Dalam kesehariannya, korban berangkat mencari ikan menggunakan perahu menyusuri sungai. Kemudian pulang ke rumah setiap pagi untuk menjual hasil tangkapan ikan di pasar dukun.

“Ayah korban ini menunggu tidak pulang-pulang hingga tadi pagi sekitar pukul 06.00 Wib korban ditemukan sudah tidak bernyawa mengapung di sungai Bengawan Solo di wilayah Dukunanyar,” tuturnya, Minggu (18/10/2020).

Reza menambahkan, dari hasil penyelidikan awal korban diduga kuat terjerat jala sebelum meninggal dunia.

“Ada dugaan jala yang digunakan mencari ikan tersangkut. Sehingga, membuat korban berusaha mengambil jala tersangkut. Kemudian korban tersangkut jalanya sendiri hingga tewas,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil visum Puskesmas Dukun lanjut Reza, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan terhadap tubuh korban.

“Keluarga korban membuat surat permohonan agar tidak dilakukan otopsi. Sebab, menganggap kejadian yang menimpa anaknya itu adalah musibah,” ungkapnya.

Keterangan dari pihak keluarga korban masih kata Reza, korba bekerja sebagai pencari ikan guna membantu ekonomi keluarga setelah gagal mendapatkan pekerjaan di pabrik.

“Dari pihak keluarga korban menerima kejadian merupakan musibah membuat surat pernyataan agar tidak dilakukan otopsi,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar