Peristiwa

Terjaring Operasi Yustisi, 3 Warga di Mojokerto Reaktif

Operasi yustisi yang digelar Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Mojokerto dengan pendapat rapid test di Pasar Mojosari. [Foto: Misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sedikitnya 18 orang terjaring operasi yustisi Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Mojokerto. Mereka kedapatan tidak memakai masker saat berada di Pasar Mojosari. Dari 18 warga tersebut, tiga diantaranya hasil rapid test dinyatakan reaktif.

Puluhan pelanggar protokol kesehatan tersebut langsung menjalani rapid test yang dilakukan petugas dengan memakai pakaian hazmat. Tiga warga diantaranya hasil rapid test reaktif sehingga langsung dibawa ambulans menuju Puskesmas Gondang di Kecamatan Gondang untuk dilakukan karantina.

Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo mengatakan, rapid test on the spot ini bukan sebagai sanksi melainkan sebagai pencegahan penyebaran Covid-19. Pjs Bupati menginginkan dengan adanya operasi yustisi dan rapid test di tempat, bisa dijadikan pembelajaran kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Landasan hukum operasi yustisi ini adalah Perda Jawa Timur No.2/2020. Kami tidak hanya memberi sanksi administrasi, tapi juga kami tambah dengan rapid test. Tujuannya adalah pengetatan disiplin protokol kesehatan. Tadi Ada tiga yang reaktif, langsung kita bawa dan kita isolasi,” ungkapnya, Rabu (30/9/2020).

Pjs Bupati Mojokerto juga berkomitmen untuk menggencarkan kegiatan ini, agar Kabupaten Mojokerto bisa berubah menjadi zona hijau (risiko terkendali) sebaran Covid-19. Himawan berjanji, bagi kecamatan-kecamatan yang bisa menurunkan statusnya dari merah (risiko tinggi) ke hijau, bisa mendapat reward khusus yakni sekolah luring.

“Kita akan buat lomba kecamatan hijau. Saat ini ada tujuh kecamatan kita yang merah. Saya dorong agar segera hijau, ya. Kalau bisa mencapai itu, nanti dapat reward bisa sekolah luring (luar jaringan) kembali. Tapi sebelumnya kita buat komitmen dulu, yang masuk 25 pesen dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menambahkan, rapid test on the spot bukan sebagai sanksi tambahan, melainkan untuk pencegahan. “Rapid test di tempat ini upaya kita dalam pencegahan Covid-19. TNI-Polri, juga berencana akan membuat isolasi terpusat. Kita pun akan mengimbau rekan muspika untuk mengikuti lomba kecamatan hijau,” ujarnya.

Operasi yustisi diawali dengan apel gabungan yang diikuti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto bersama TNI/Polri di halaman Mapolres Mojokerto. Ambulans disiagakan di Pasar Mojosari untuk mengantisipasi adanya warga yang terjaring operasi yustisi dengan hasil rapid test diketahui reaktif. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar