Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Terjangkit PMK, 231 Ekor Sapi di Kabupaten Mojokerto Sembuh

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto kembali merilis update data sebaran kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Data per 15 Mei 2022, jumlah sapi yang sembuh bertambah sebanyak 53 ekor sapi sehingga jumlah total kesembuhan menjadi 231 ekor.

Berdasarkan data Disperta Kabupaten Mojokerto, jumlah hewan ternak yang masih terjangkit PMK sebanyak 1.038, yang terdiri dari 1.033 ekor sapi dan lima ekor kambing. Jumlah tersebut turun dari 1.098 ekor per tanggal 14 Mei 2022. Penurunan jumlah hewan yang sakit ini dikarenakan jumlah kesembuhan yang semakin meningkat drastis.

Rinciannya, Kecamatan Kutorejo sebanyak 102 ekor sapi, sembuh dua ekor, mati empat ekor, dijual satu ekor dan potong paksa dua ekor. Dawarblandong, yang sakit 253 ekor, sembuh 89 ekor dan mati 11 ekor. Kecamatan Pacet, sapi sakit sebanyak 123 ekor, sembuh 23 ekor, mati empat ekor dan yang dipotong paksa satu ekor.

Kecamatan Jetis yang sakit 60 ekor, sembuh 32 dan mati satu ekor. Kecamatan Kemlagi sapi sakit ada 117 ekor, Kecamatan Gedeg ada 5 ekor kambing yang terjangkit PMK dan 43 ekor sapi yang masih dalam perawatan. Kecamatan Ngoro sebanyak 34 ekor sapi masih dalam perawatan dan di Pungging ada 43 ekor sapi dalam masa perawatan.

Kecamatan Mojoanyar ada 16 ekoe sapi yang masih sakit, sembuh sebanyak 17 ekor, dan yang dijual ada empat ekor. Kecamatan Dlanggu ada 40 ekor sapi yang sakit, sembuh ada 18 ekor sapi, yang dipotong paksa ada dua ekor sapi. Kecamatan Trawas ada 73 ekor sapi yang sakit dan yang sembuh ada delapan ekor, Jatirejo sapi yang sakit satu ekor, dan yang sembuh dua ekor.

Kecamatan Gondang ada enam sapi yang sedang dalam perawatan, Kecamatan Bangsal ada tiga ekor sapi sakit. Kecamatan Mojosari sapi yang sakit ada 40 ekor dan sembuh 22 ekor. Di Kecamatan Trowulan sapi yang sakit ada 37 ekor dan sembuh ada 11 ekor. Kecamatan Sooko ada 19 ekor sapi sakit, Puri sapi sakit 23 ekor, dan sembuh tujuh ekor.

“Kami berharap dengan upaya yang saat ini tengah dilakukan Disperta Kabupaten Mojokerto, yakni dengan melakukan pengobatan terhadap hewan ternak yang terjangkit PMK, angka kesembuhan akan terus merangkak naik,” ungkap Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah, Senin (16/5/2022). [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar