Peristiwa

Terduga Teroris di Mojokerto Dikenal Rajin Sholat Tapi Jarang Interaksi

Rumah kos terduga teroris di Dusun Jabon RT 13 RW 04, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Terduga teroris, Musa Efendi diketahui baru kos di Dusun Jabon RT 13 RW 04, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Meski jarang berinteraksi dengan penghuni kos lainnya maupun warga, namun terduga rajin beribadah.

Tetangga kos terduga, Dimas mengatakan, jika terduga baru kos di kamar kos nomor 01. “Orangnya berjenggot tapi sedikit, tidak punya kumis, usia sekitar 40 tahunan, tinggi sekitar 160 cm. Jarang ketemu tapi biasanya ketemu pas keluar ke kamar mandi, sholat. Ke masjid kalau Sholat Jumat,” ungkapnya, Jumat (26/2/2021).

Ia mengaku tidak tahu asal usul karena tidak kenal meski bertetangga di tempat kos milik Hj Nur Wakid sejak bulan Januari 2021 lalu. Meski ia mengaku sedikit curiga dengan gerak-gerik terduga yang menutup gerbang tempat kos meski baru pukul 20.00 WIB.

“Tidak tahu orang mana karena identitas diminta tidak dikasih. Saya sedikit curiga saat saya masuk ke kos jam 8 malam, gerbang depan sudah dikunci sama dia. Saya masuk, dikunci lagi padahal gerbang depan itu biasanya dikunci jam 12 malam. Kadang bawa teman, jualan parfum,” katanya.

Masih kata Dimas, ia tidak mengetahui saat terduga ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri. Informasi yang ia peroleh jika terduga ditangkap di pertigaan hendak menunaikan Sholat Jumat dan petugas ke tempat kos untuk mengambil sejumlah barang milik terduga teroris.

“Saya kurang tahu katanya ditangkap di pertigaan dekat masjid, pas mau Sholat Jumat. Katanya polisi yang nangkap dan datang ke tempat kos untuk ambil barang, barang apa saya tidak tahu. Saya jarang dan tidak kenal dia (terduga, red),” tegasnya.

Pemilik warung depan tempat kos terduga teroris mengaku, terduga pernah satu kali datang ke warungnya. “Baru kos, jarang ketemu sih. Pernah kesini satu kali,” pungkasnya.[tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar