Peristiwa

Terduga Teroris di Gresik Masuk Jaringan Semarang

Rumah Terduga Teroris Agus Supranoto di Blok F4/28 Perum Gresik Suci Permai (GSP) terlihat sepi dan tidak di police line

Gresik (beritajatim.com)- Terduga teroris Agus Suparnoto (43) alias AS warga asal Kruing Barat Dalam 39 Srondol Wetan, Kecamatan Banyuamik, Semarang yang ditangkap tim Densus 88 di Perumahan Gresik Suci Permai blok F/24 masuk ke dalam jaringan ansyarut daulah  (JAD) Semarang, Jawa Tengah.

Sebelum ditangkap Densus 88, Agus nama panggilannya mengkontrak sebuah rumah beserta istri dan dua anaknya di Perumahan GSP Gresik yang baru ditempati selama enam bulan.

Menurut salah satu petugas yang enggan disebut namanya. Terduga teroris Agus sejak 2012 terlibat sebanyak 12 kali dalam rapat yang diselenggarakan oleh JI Semarang bersama daftar pencarian orang (DPO) Parawijayanto.

“Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan,” ujar petugas yang minta namanya dirahasiakan, Sabtu (18/05/2019).

Pantauan di lapangan rumah terduga teroris yang berwarna dasar putih dan bertuliskan ‘Sahabat Komputer’ tampak lengang sepi pasca adanya penangkapan.

Salah satu warga Perumahan GSP Gresik, Junaidi (44) yang juga tetangga Agus mengatakan, dirinya tidak menyangka tetangganya yang dikenal pendiam itu ditangkap Densus 88. Sebab, sehari-harinya orangnya baik suka menyapa tapi tertutup.

“Sepengetahuan saya profesinya tukang service komputer dan laptop panggilan. Tidak jarang pula kadang sebagai sopir panggilan,” tuturnya.

Junaidi menambahkan, saat penangkapan situasinya memang ramai. Pasalnya, saat itu tiba-tiba ada lima mobil lebih masuk ke blok F4 Perum GSP Gresik sambil membawa senjata.

“Sewaktu ditangkap warga yang usai sholat shubuh kaget dan bergerombol melihat Pak Agus dibawa petugas lalu dimasukkan ke mobil. Sampai-sampai warga yang hendak keluar tidak bisa karena terhadang mobil petugas,” tambahnya.

Saat ini, rumah terduga teroris tidak di police line. Bahkan, istri terduga yang berinisal H (42) masih tinggal bersama dua anaknya. Pasca penangkapan rumah terduga teroris terlihat lengah.

Secara terpisah terkait dengan kejadian ini. Kapolres Gresik AKBP Wahyu S.Bintoro membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di Perum GSP.

“Polres Gresik sifatnya mem-back up saja, dan satu terduga teroris sudah dibawa tim Densus 88 untuk dimintai keterangan,” pungkasnya. (dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar