Peristiwa

Terdengar Dua Ledakan Keras, Rumah Tingkat Ludes Dilahap “Jago Merah”

Petugas dan warga nampak sedang berusaha memadamkan api yang melahap ruamh di Jalan Embonh Wungu, Surabaya, Sabtu (21/9/2019).(istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah rumah dua lantai di Jalan Embong Wungu No 14-15, terbakar habis, Sabtu (21/9/2019). Api melumat ruangan di lantai dua yang ditinggali oleh Irwanto Lukman beserta istri dan kelima anaknya.

Yusuf M, salah satu saksi, dirinya yang lagi santai di rumah caffee, melihat asap tebal sehingga mendatangi lokasi kejadian. “Saat nongkrong ada asap tebal dan saya datangi ternyata ada kebakaran. Apinya membara besar dan tak lama kok membaranya,” jelasnya.

Usai membara besar, api lantas melahap seluruh ruangan, termasuk atap bangunan. Karena api melahap rumah di lantai dua, petugas pun harus menggunakan tangga untuk memadamkan api.

Selan itu, lanjut Yusuf, dirinya sempat mendengar dua kali ledakan hebat laiknya petasan. “Koyok bola mercon gitu, tapi lebih keras, di atas situ, sama apinya, tapi pertama asap dulu, terus saat PMK naik, api tambah besar, terus ada ledakan itu,” tuturnya.

Di lain sisi, pemilik rumah, Irwanto Lukman, menuturkan ruang di lantai dua rumahnya yang terbakar itu lazim digunakan keluarganya untuk beribadah.

Ia menuturkan, kebakaran melumat langit-langit atap plafon lantai dua rumahnya dan beberapa perabotan peribadatan yang berbahan kayu. “Yang terbakar plafon, lalu meja-meja, disitu juga kayak semi klenteng, perabotan kayu-kayu,” jelasnya pada awak media.

Awal dirinya mengetahui adanya kebakaran, saat dirinya hendak bepergian keluar rumah. “Sebenarnya saya mau keluar ke Tuban. Terus sampe di bawah dan mau buka pagar, kok bau gosong ya,” jelas Lukman yang mengaku tujuh tahun menghuni rumah yang terbakar ini.

“Saya ngecek lagi sumbernya dari mana, karena biasanya di belakang rumah saya ada yg bakar-bakar. Ternyata pas buka pintu api sudah wus wus gitu,” tambahnya.

Mengetahui rumahnya dilumat si jago merah, buru-buru ia menelepon Command Centre 112. Lukman menduga insiden itu kebakaran itu disebabkan karena korsleting listrik di instalasi kabel lantai dua rumahnya.

Untungnya tidak ada korban jiwa atas insiden itu, kendati begitu, dirinya memperkirakan total kerugian yang dialaminya sekitar Rp 500 Juta. “Saya pastikan tadi korsleting listrik. Karena 5 menit lalu saya udah cek, kondisi mati semua, lilin sudah saya matikan semua,” pungkasnya.(man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar