Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Terapung 4 Hari 3 Malam di Laut, 3 Nelayan Korban Tenggelam Ini Berhasil Selamat

Nahkoda KMN Sumber Berkah yang berhasil diselamatkan dan dirawat di PKU Muhammadiyah setempat

Lamongan (beritajatim.com) – Tragedi tenggelamnya kapal nelayan KMN Sumber Berkah yang ditumpangi oleh 11 ABK asal Lamongan di Perairan Kepulauan Masalembu Sumenep telah menimbulkan duka yang mendalam.

Para ABK yang berangkat melaut pada Sabtu (14/8/2021) tersebut, 3 orang di antaranya berhasil ditemukan dan selamat, sedangkan 8 orang lainnya masih dalam pencarian dan belum diketahui pasti kondisinya saat ini.

Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Erni Sugi Hastuti mengungkapkan bahwa 3 orang nelayan yang selamat itu ditemukan oleh Kapal Nelayan Pancing KMN Jaya yang juga hendak mencari ikan di kawasan tersebut.

“Mereka ditemukan dalam keadaan yang terkulai lemas, lantaran telah terapung di perairan selama 4 hari 3 malam. Kapal yang mereka tumpangi mengalami kebocoran di bagian buritan, pipa baling-balingnya jebol, lalu tenggelam,” ungkap AKP Erni Sugi Hastuti, Jumat (20/8/2021).

Adapun 3 korban yang selamat tersebut adalah Imam Mardianto, Bahrul Ama, dan Suwaras yang jadi nahkoda KMN Sumber Berkah asal Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran. Lebih lanjut, saat ini Suwaras masih dirawat di PKU Muhammadiyah Blimbing, sedangkan 2 orang lainnya sudah pulang ke rumahnya masing-masing.

“Para nelayan Pancing KMN Jaya sebenarnya sempat ingin mencari 11 korban lainnya, tapi karena saat itu kondisi 3 orang korban yang sangat membutuhkan pertolongan medis, akhirnya KMN Jaya memutar balik dan pulang ke Brondong, tiba pada pukul 11.00 WIB, pada hari Kamis (19/8/2021),” lanjutnya.

Hingga saat ini, 8 awak korban tenggelam tersebut masih dalam pencarian. AKP Erni menuturkan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Direktorat Polairud Polda Jatim, Kasat Polairud Gresik dan Sumenep, Kapolsek Masalembu, Basarnas, dan Pihak kasyahbandaran guna melakukan penanganan lebih lanjut.

Terkait identitas 8 korban yang belum ditemukan tersebut, AKP Erni mengaku, bahwa saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman. “Mudah-mudahan cepat ketemu, kepada para nelayan lain kami harap juga segera memberikan informasi kepada Polairud terdekat atau instansi yang lain apabila menemukan korban dari KMN Sumber Berkah,” tuturnya

Terakhir, AKP Erni juga menegaskan tentang pentingnya para nelayan menyediakan alat pelindung diri seperti jaket pelampung di kapal yang digunakan untuk berburu ikan. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar