Peristiwa

Terancam Pasal Berlapis, Pelaku Pembunuhan Juragan Rongsokan di Mojokerto Punya Gangguan Jiwa?

Pelaku penganiayaan berujung pembunuhan, Hari Mulyono (49) diamankan di Polsek Jetis. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski memiliki riwayat pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), namun pihak kepolisian masih akan memeriksa kejiwaan terhadap pelaku pembunuhan juragan rongsokan (barang bekas), Hari Mulyono (49). Pelaku terancam pasal berlapis yakni penganiayaan dan pembunuhan.

“Ada gangguan kejiwaan ada atau tidaknya, yang bisa menentukan adalah ahli psikiater setelah dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah yang bersangkutan ada gangguan kejiwaan atau tidak. Nanti ahli yang bisa membuktikan itu,” ungkap Kapolsek Jetis, Kompol Suhariyono, Rabu (2/9/2020).

Masih kata Kapolsek, tetapi saat ini pelaku saat diajak ngomong maupun diskusi masih nyambung. Meski diakui memang pelaku ada riwayat pernah dirawat di RSJ Menur Kota Surabaya dan RSJ Lawang, Kabupaten Malang. Bahkan pelaku mengaku meminta maaf dan mengaku bersalah telah melakukan pembunuhan.

“Empat bulan lalu baru keluar dari Rumah Sakit Jiwa. Pelaku punya keluarga, punya dua anak tapi status terakhir pisah ranjang dengan istrinya. Untuk barang bukti, kita amankan sabit dan ceceran darah yang tumpah di pasir. Untuk pasal, kita terapkan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan,” jelasnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar