Peristiwa

Teralis Besi Tak Terpasang di Atas Ruang Besuk 15 Polsek di Jember, Tahanan Rawan Kabur

Ilustrasi penjara (pixabay.com)

Jember (beritajatim.com) – Separuh dari jumlah kepolisian sektor di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak memiliki ruang sel yang layak untuk mencegah tahanan kabur. Tahun ini akan segera dilakukan perbaikan.

“Kami evaluasi lagi terkait pengamanan tahanan. Memang ada beberapa kepolisian sektor yang plafon ruang besuk tahanannya belum dilengkapi teralis besi,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Hery Purnomo, Selasa (3/1/2022).

Tahun ini, Kepolisian Resor Jember akan memperbaiki kondisi tersebut. “Secara keseluruhan ada 15 kepolisian sektor yang belum terpasang teralis besinya pada bagian atas ruang besuk tahanan. Kami akan pasang semuanya,” kata Hery.

“Kedua, kami akan perbaiki kembali standar prosedur operasi untuk tahanan yang dibesuk atau dijenguk keluarga supaya betul-betul aman, sehingga tidak terjadi lagi (tahanan kabur),” kata Hery.

Sebelumnya dilaporkan, dua orang lelaki tahanan Kepolisian Sektor Tanggul kabur dari sel, Selasa (27/12/2022). Mereka berinisial S, tahanan kasus pencurian ponsel, dan D, tahanan kasus pencurian di toko sembako.

Saat petugas jaga lengah, mereka memanjat plafon tanpa terali besi. “Plafon dijebol dan kemudian seng dibongkar. Mereka kemudian kabur, lompat ke bagian belakang, dan menyeberang jalan di depan Mapolsek Tanggul,” kata Hery.

Dua hari setelah kabur, D menyerahkan diri. Ia berhasil dibujuk keluarganya untuk tak kabur dan tetap menjalani proses hukum. Sementara S ditangkap di sebuah bengkel di Tanggul, Sabtu (31/12/2022) malam pukul setengah delapan. “Keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk menangkap yang bersangkutan, karena memang tidak dihubungi Saudara S. Dia tidak langsung kembali ke rumah,” kata Hery.

Hery meminta kepada seluruh tahanan untuk tidak kabur dari sel. “Saya minta bisa mengikuti proses hukum yang ada. Tidak perlu melarikan diri, karena dalam proses penyidikan berjalan, tentu masalah benar dan salah kita akan buktikan di pengadilan,” katanya.

“Dengan kabur, itu menunjukkan kita tidak memiliki itikad baik untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kita. Tentunya akan ada konsekuensi hukumnya, pemberatan-pemberatan yang akan dikenakan pada yang bersangkutan. Saya minta agar lebih kooperatif mengikuti proses hukum yang ada,” kata Hery. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar