Peristiwa

Tenggelam di Galian Proyek, Santri Magetan Meninggal

Lokasi galian proyek di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Magetan, Kamis (8/4/2021). [Foto/ Istimewa]

Magetan (beritajatim.com) – Ezra Ardian (14), santri Ponpes Hidayatul Mubtadiin asal Kelurahan Alastuwo, Kecamatan Poncol, Magetan, ditemukan meninggal di kubangan galian proyek di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kamis (8/4/2021) siang.

Menurut Suprapto salah satu saksi mata, korban terlihat bermain bersama tiga orang kawannya saat para pekerja istirahat. Padahal sering diberi peringatan dengan keras agar tidak bermain karena mengganggu pekerjaan.

“Saat kami istirahat, korban kembali bermain. Mengetahui korban tenggelam, kawan korban berteriak minta tolong kepada warga. Karena terlalu lama tenggelam nyawa korban tidak dapat diselamatkan,” kata Suprapto di lokasi.

Sementara itu, Kapolsek Plaosan AKP M Munir mengatakan, ketiga korban yang merupakan santri Ponpes Hidayatul Mubtadiin tersebut bermain air usai pekerja istirahat makan siang. Sehingga tidak ada yang melihat dan mengawasi.

“Dari keterangan kawannya diduga korban tertancap pada lumpur dasar kubangan, sehingga terjebak dan tidak bisa naik kembali ke permukaan,” papar Kapolsek.

Warga yang ikut mengevakuasi korban mengunakan tali dan bambu untuk menarik korban dari dasar. Dari pemeriksaan tim kesehatan Puskesmas Plaosan korban meninggal dunia akibat murni tenggelam. “Korban saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada pihak pondok selalu mengawasi aktifitas para santrinya, agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. Apalagi sampai kehilangan nyawa. [asg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar