Peristiwa

Temui Pemdes Gempolkrep, Manajemen Pabrik Bioetanol Siap Ganti Rugi Rumah Warga Terdampak

Pertemuan pihak manajemen PT Enero, PT Barata dengan Pemdes Gempolkrep. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pihak manajemen pabrik bioetanol PT Energi Agro Nusantara (Enero) melakukan pertemuan dengan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Pertemuan dilakukan dengan bertujuan untuk membicarakan proses ganti rugi terhadap warga terdampak ledakan.

Pertemuan yang digelar di Balai Desa Gempolkrep tersebut dihadiri perwakilan dari manajemen anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara X (Persero) dan juga perwakilan dari PT Barata Indonesia (Persero). Yakni pihak ketiga yang mengerjakan konstruksi maupun pipanisasi di PT Enero.

PT Barata Indonesia (Persero) salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang Engineering, Procurement dan Construction, Manufacturing dan Foundry. Hingga saat ini, rumah warga yang terdampak masih dilaksanakan pendataan lebih lanjut.

Perwakilan dari manajemen PT Enero, Dito meminta maaf terkait dengan peristiwa ledakan disertai kebakaran yang terjadi di PT Enero pada, Senin (10/8/2020) sore kemarin. “PT Enero siap untuk memberikan biaya ganti rugi bagi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat adanya ledakan,” ungkapnya, Rabu (12/8/2020).

Masih kata Dito, banyak laporan yang masuk ke pihak management yang mengatakan bahwa banyak rumah warga yang rusak akibat ledakan. Utamanya kaca-kaca jendela, genting maupun plafon rumah sehingga dari pihak PT Enero siap memberikan ganti rugi kepada warga yang rumahnya terdampak.

Sementara itu, Kepala Desa (Kade) Gempolkrep, Jani Suprayogi mengatakan, pihak Pemdes Gempolkrep bersedia untuk menjembatani antara PT Enero dengan warga terdampak ledakan. “Tentunya warga akan sangat berterima kasih apabila ada rencana seperti itu,” katanya.

Masih kata Jani, untuk sementara akan diundang perwakilan dari lima Rukun Tetangga (RT) yang terdampak ledakan. Untuk masing-masing RT akan dibatasi sejumlah lima orang dengan waktu pelaksanaan akan diinformasikan lebih lanjut. Namun pihak Pemdes masih melakukan pendataan terkait jumlah rumah warga terdampak.

Sebelumnya, pabrik bioetanol PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (10/8/2020) meledak. Ledakan yang cukup keras membuat warga sekitar panik, ini lantaran anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara X (Persero) ini menyebabkan rumah warga rusak.

Ledakan terdengar sekitar pukul 14.30 WIB tersebut hingga radius 1 kilometer meter ke pemukiman warga sekitar. Selain ledakan, warga juga dikagetkan dengan kobaran api menyala begitu besar di area belakang perusahaan yang dekat dengan pemukiman warga. Api membumbung tinggi dengan asap tebal berwarna coklat pekat.

Sejumlah video amatir yang diambil warga usai ledakan terjadi terlihat api membesar dengan kepulan asap hitam pekat. Ledakan terdengar dua kali tersebut membuat rumah di sekitar lokasi pabrik mengalami kerusakan di bagian plafon. Sementara itu, belum diketahui terkait korban akibat ledakan tersebut. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar