Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Temuan Mengejutkan BPOM, Ada Produk Kopi Mengandung Parasetamol dan Sildenafil

Kepala BPOM Penny K Lukito
Kepala BPOM Penny K Lukito

Jakarta (beritajatim.com) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar operasi penindakan terhadap fasilitas produksi pangan mengandung obat ilegal di Kota Bandung dan Kabupaten Bogor. Dalam penindakan tersebut, didapat temuan produk kopi mengandung bahan kimia obat.

Kepala BPOM, Penny K Lukito, mengungkapkan barang bukti yang didapat dalam penindakan tersebut yaitu Kopi Jantan, Kopi Cieng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung. Produk-produk ini mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) Parasetamol dan Sildenafil atau biasa dikenal dengan viagra.

“Bahan kimia obat seperti Parasetamol dan Sildenafil merupakan bahan yang digunakan untuk produksi obat,” ujar Penny, dalam keterangan tertulis.

Dia mengingatkan BKO ini harus digunakan sebagai aturan pakai atau dosis. Jika tidak, dapat menimbulkan risiko tinggi.

“Serta efek samping yang dapat membahayakan kesehatan,” kata Penny.

Penggunaan Parasetamol dan Sildenafil secara tidak tepat dapat mengakibatkan efek samping yang ringan, berat bahkan hingga kematian. Parasetamol dapat menimbulkan efek samping mual, alergi, tekanan darah rendah, kelainan darah, dan jika digunakan secara terus-menerus dapat menimbulkan efek yang lebih fatal seperti kerusakan pada hati dan ginjal.

Sedangkan Sildenafil dapat menimbulkan efek samping mulai dari yang ringan seperti mual, diare, kemerahan pada kulit, hingga reaksi yang lebih serius seperti kejang, denyut jantung tidak teratur, pandangan kabur atau buta mendadak, bahkan dapat menimbulkan kematian.

Penny mengatakan total barang bukti yang disita di dua lokasi tersebut terdiri dari produk jadi berupa 15 jenis (5.791 pcs) pangan olahan mengandung BKO dan 36 jenis (18.212 pcs) obat tradisional mengandung BKO. Juga ditemukan bahan baku dan produksi berupa 32 Kg bahan baku obat ilegal mengandung Parasetamol dan Sildenafil, 5 Kg produk ruahan/bahan campuran setengah jadi, cangkang kapsul serta bahan kemas aneka jenis seperti aluminium foil untuk sachet, karton, plastik, dan hologram.

“Nilai keekonomian barang bukti ini diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar,” kata Penny.

Sebelum menggelar penindakan, BPOM memantau dan analisis penjualan online produk pangan olahan mengandung BKO dengan merek Kopi Jantan pada periode Oktober-November 2021. Hasilnya menunjukkan penjualan produk tersebut memiliki nilai transaksi rata-rata sebesar Rp7 miliar setiap bulannya.

Temuan ini akan dilanjutkan dengan pemrosesan hukum. Menurut Penny. kasus ini mengarah kepada dua pelaku pemroduksi sekaligus pengedaran produk pangan dan obat tradisional ilegal.

Hasil pengungkapan di lapangan juga didapat fakta fasilitas produksi ini sudah berjalan selama 2 tahun. terhitung mulai Desember 2019.

“Badan POM akan terus melakukan pengembangan dan identifikasi jaringan lainnya. Hal ini dilakukan untuk menekan peredaran produk obat dan makanan ilegal serta memberantas peredaran bahan baku obat ilegal di Indonesia,” kata Penny. [beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar