Peristiwa

Temuan Arca Tanpa Kepala di Kediri, Pemdes Koordinasi dengan BPCB Trowulan

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Desa Pagu, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri melakukan koordinasi dengan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan untuk menindaklanjuti temuan sejumlah benda bersejarah oleh warga setempat. Saat ini, benda diduga peninggalan Kerajaan Kediri itu sebagian telah diamankan di desa, dan lainnya masih berada di tempat tinggal masyarakat.

Masfuad Zhian El Hidayatullah, Staf Pemerintah Desa Pagu mengungkapkan, langkah pemdes untuk meminta bantuan BPCB Trowulan dalam menangani temuan benda-benda bersejarah itu. Menurutnya, Pemdes Pagu berencana untuk membuat sebuah musem desa guna menampung benda-benda temuan itu.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan BPCB Trowulan terkait dengan penemuan benda-benda tersebut. Sebab, jumlahnya cukup banyak,” ujar Masfuad Zhain El Hidayatullah.

Masfuad menambahkan, di Desa Pagu selain ditemukan benda purbakala, di Bantaran Sungai Peso juga ditemukan dugaan saluran irigasi.

“Saat ini temuan benda purbakala tersebut sebagian masih berada di tempat aslinya, dan sebagian berada di rumah warga. Rencananya pihak desa akan membuat museum desa, untuk mengamankan benda perbakal tersebut,” tutupnya.

Sebelumnya, seorang warga Sutomo, asal Desa Pagu, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri menemukan sejumlah benda sejarah yang diduga peninggalan Kerajaan Kediri. Benda-benda tersebut berupa dua buah arca dan yoni. Benda temuan tersebut dalam kondisi tidak utuh. Seperti arca tanpa kepala, dan pahatan di badan serta tangannya mulai memudar.

Menurut Sutomo, benda-benda bersejarah itu ditemukan tertimbun tanah sedalam kurang lebih 2 meter. Saat itu, ia sedang menggali tanah untuk membangun dapur rumah. Alangkah terkejutnya Sutomo mendapati arca tanpa kepala itu yang tertimbun tanah. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar