Peristiwa

Tembok Rumah Roboh, 1 Warga Mojokerto Meninggal, 2 Warga Terluka

Kondisi tembok rumah korban di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yang ambruk. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Satu keluarga di Dusun Brangkal RT 02 RW 02, Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, tertimpa tembok rumah akibat hujan deras disertai angin kencang, Senin (23/3/2020). Akibatnya satu orang meninggal, sementara dua lainnya mengalami luka.

Satu keluarga yang terdiri dari satu orang anak, Davi (4), seorang nenek, Ninik (54) dan seorang ibu, Santi (34) harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan setelah tertimpa tembok rumah. Namun korban Santi meninggal akibat luka parah yang dialami korban.

Tetangga korban, Erfa Chorida mengatakan, terdengar suara keras saat hujan turun dengan deras disertai angin kencang. “Tapi karena saya punya anak kecil, jadi tidak berani keluar. Yang tahu tukang bangunan di sekitar rumah korban dan membawa korban ke RS,” ujarnya.

Masih kata Erfa, korban meninggal dunia dengan kondisi keluar darah dari mulut. Sementara anak korban mengalami luka sobek di kepala, sedangkan ibu korban patah kaki. Diduga kuat tembok rumah korban yang dihuni empat orang ini, ambruk lantaran tak kuat menahan terpaan angin.

“Warga tidak begitu kenal dengan korban karena mereka merupakan pendatang. Suami korban kerjanya pelayaran jadi tidak di rumah saat kejadian,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, tembok sebuah rumah Desa Brangkal RT 02 RW 02, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, roboh sepanjang 5 meter. “Tembok roboh karena hujan deras disertai angin kencang,” ungkapnya.

Masih kata Zaini, hujan deras disertai angin kencang tersebut terjadi sekira pukul 14.30 WIB bersamaan dengan kejadian di Desa Medali dan Banjaragung, Kecamatan Puri. Akibat tembok sepanjang 5 meter roboh menimpa tiga orang warga penghuni rumah.

“Satu orang meninggal atas nama ibu Santi umur 35 tahun KTP Surabaya, satu orang luka ringan atas nama Ibu Ninik umur 54 tahun dan satu orang luka berat atas nama Davi umur 4 tahun. Kedua korban luka dibawa ke RS Dian Husada, namun kemudian korban luka berat dirujuk ke RSI Sakinah,” katanya.

Korban meninggal dibawa rumah duka ke di Japan Raya, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yang merupakan rumah mertua korban untuk dimakamkan. Team Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto langsung mengecek ke lokasi, tembok sepanjang 5 meter yang roboh tersebut pada bagian kamar dan ruang depan rumah korban.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar