Peristiwa

Temannya Dipukul Pemotor, Puluhan Ojol Geruduk Polsek Tegalsari

foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Sekitar 75 pengemudi ojek online (ojol) mendatangi Polsek Tegal Sari, Surabaya, Jumat (3/1/2020) malam. Para pengendara ojol ini mendatangi Polsek Tegal Sari lantaran memperoleh pesan di grup WA (WhatsApp) bahwa rekannya berkelahi dengan pengendara lain dan berujung di kepolisian.

Karena merasa persaudaraan yang kokoh, para pengendara yang memberikan pelayanan jasa ini pun bersatu mendatangi kepolisian untuk mencari tahu kejelasaan perkaranya.

Kapolsek Tegal Sari Kompol Rendy Surya Adhitama menjelaskan, sebelumnya ada dua sepeda motor beradu di jalan Pandigiling tepat di depan Hotel Himalaya Surabaya, Jumat (3/1/2020). Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB antara seorang pengendara ojek online dengan pengendara motor lainnya.

“Kecelakaan itu bermula saat motor yang dikendarai oleh Christian Farel (18) warga Ploso Timur Surabaya melintas dari arah Timur hendak berbelok arah ke kanan dengan menyalakan lampu sein. Saat berbelok, muncul kendaraan yang dikendarai pengemudi ojek online bernama Irdhela Tegar Perdhana (21) warga Kebonsari Surabaya dari arah barat,” jelas kapolsek, Sabtu (4/1/2020).

Driver ojol tak dapat menguasai laju kendaraannya hingga menabrak motor Christian. Keduanya pun tersungkur. Setelah bangkit, kedua pengendara tersebut langsung adu mulut. Tak ada yang mau mengalah, Christian yang merasa sudah pasang lampu sein emosi dan melakukan pemukulan terhadap Tegar.

“Anggota Polantas mendatangi TKP setelah ada informasi kecelakaan. Kemudian keduanya beserta motornya dibawa ke Mapolsek untuk dimintai keterangan,” lanjut Kompol Rendy.

Setelah di polsek, Tegar dan Christian diinterogasi oleh unit Reskrim karena adanya informasi pemukulan. Pada saat bersamaan, baik Tegar maupun Christian kemudian mengaku jika dirinya sedang emosi hingga terlibat pemukulan.

Keduanya menyadari dan bersepakat untuk menyudahi persoalan tersebut dengan membuat surat pernyataan damai. “Kami antarkan ke unit Binmas untuk penyelesaian preemtif dan preventif karena keduanya sama-sama menyadari jika bersalah dan khilaf saat tersulut emosi,” tambah Rendy.

Meski sudah berdamai, sekitar 75 orang driver ojek online tiba-tiba mendatangi mapolsek Tegalsari. Rupanya, mereka datang karena Tegar sempat mengirimkan pesan melalui grup Whatsapp tentang kejadian yang menimpanya.

“Kami kemudian jelaskan kepada puluhan driver ojek online tersebut, saudara Tegar dan saudara Christian pun juga menjelaskan hingga akhirnya semua memahami dan kemudian berangsur kembali beraktifitas meninggalkan mapolsek. Jadi tidak ada itu polsek didemo. Hanya kesalahpahaman saja,” tandas Rendy. [man/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar