Peristiwa

Tekanan Batin, Lansia di Ngawi Gantung Diri

Polisi saat identifikasi jenazah Simpen yang mengakhiri hidup dengan gantung diri di rumahnya Desa Rejomulyo, Karangjati, Ngawi. (Foto: Adi Susilo for beritajatim.com)

Ngawi (beritajatim.com) – Betapa terkejutnya Ahmad (18), warga Desa Rejomulyo RT 05 RW 01 saat tahu sang nenek, yakni Simpen (80), gantung diri di rumahnya desa setempat. Simpen nekat mengakhiri hidupnya setelah sempat mengeluh ingin bunuh diri pada menantu angkatnya Sopiyatun (22).

Simpen kerap mengeluh dan merasakan tekanan batin karena tak memiliki anak kandung. Meski dirinya memiliki anak angkat, yakni Parlan yang kini bekerja sebagai pekerja proyek di Surabaya.

“Betul meninggal karena gantung diri gunakan tali tampar. Infonya karena sedih tak punya anak kandung, sementara anak angkat tidak ada di rumah,” kata AKP Suyadi, Kapolsek Karangjati, Senin (30/8/2021).

Pihak kepolisian yang menerima laporan warga lantas mendatangi TKP. Setelah dilakukan evaluasi jenazah, polisi melakukan visum luar. Hasilnya tak ada tanda kekerasan. Dipastikan korban meninggal karena bunuh diri. “Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” terangnya. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar