Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Tekan Tingginya Peredaran Narkoba, BNNK Mojokerto Launching Kelurahan Bersinar

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kepala BNNK Mojokerto AKBP Suharsi beserta Forkopimda Kota Mojokerto melaunching Kampung Bersinar.

Mojokerto (beritajatim.com) – Peredaran gelap narkoba di Kota Mojokerto cukup mengkhawatirkan. Data Satnarkoba Polresta Mojokerto mencatat jumlah kasus narkoba hingga pertengahan 2022 sebanyak 44 laporan polisi dengan 57 tersangka, sedangkan Polres Mojokerto ada sebanyak 35 laporan polisi dengan 70 tersangka.

“Jumlah pecandu narkotika yang ditangani BNNK Mojokerto dari tahun 2016 hingga pertengahan tahun 2022 ada sebanyak 257 klien. Sejak 2019 sampai 2021 jumlah pecandu yang menjalani rehabilitasi mengalami peningkatan,” ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto, AKBP Suharsi, Kamis (30/6/2022).

Tahun 2019 sebanyak 33 orang, tahun 2020 sebanyak 38 orang dan tahun 2021 sebanyak 50 orang. Sementara hingga pertengahan tahun 2022 sebanyak 42 orang. Sementara data Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto, 90 persen penghuni Lapas Klas IIB adalah kasus narkoba.

“Dari 999 penghuni, 16 persen atau 164 penghuni merupakan warga Kota Mojokerto. Kelurahan Bersinar merupakan kelurahan yang melaksanakan program P4GN secara massif dengan tujuan menciptakan kondisi aman dan tertib bagi masyarakat sehingga masyarakat desa/kelurahan bisa bersih dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.


Pada tahun 2021, Kelurahan Bersinar yang telah dibentuk BNNK Mojokerto yakni Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Tahun 2022 ini, bersamaan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2022, ada tiga kelurahan di Kota Mojokerto yang dilaunching sebagai Kampung Bersinar.

“Yakni Kelurahan Gunung Gedangan, Purwotengah dan Surodinawan. Ini lantaran ketiga kelurahan tersebut tersedia data kependudukan yang akurat, dukungan dan komitmen pemerintah daerah, peran aktif masyarakat serta memenuhi kriteria wilayah,” katanya.

Dengan adanya kesadaran dan partisipasi yang baik serta dilaksanakan program P4GN secara massif oleh semua masyarakat diharapkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba dan angka pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba bisa menurun. Sehingga terwujud Kota Mojokerto Bersih Narkoba (Bersinar).

“Dalam upaya pencegahan dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, BNNK Mojokerto mengajak elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam P4GN melalui Tim Intervensi Berbasis Masyarakat dan Kelurahan Bersinar,” lanjutnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengaku prihatin dengan tingginya angka peredaran narkoba di Kota Mojokerto. Ning Ita (sapaan akrab, red) menyambut baik upaya BNNK Mojokerto dengan melaunching tiga Kelurahan Bersinar bersamaan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2022.

“Kita tidak bisa menerapkan kondisi ini pada penindakan yang dilakukan oleh Polres maupun Kejaksaan tapi harus ada upaya sinergitas bersama untuk melakukan pencegahan. Maka bersama dengan BNNK Mojokerto dengan membentuk Kampung Bersinar sekaligus ada intervensi dari kader IBM,” tuturnya.

Sehingga diharapkan ada kekuatan yang berbasis masyarakat untuk bersama-sama mencegah angka keterpaparan narkoba di Kota Mojokerto. Terkhusus, tegas Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, poin pentingnya adalah pada generasi penerus bangsa.

“Yakni anak-anak dan remaja, ini yang harus kita bekali lebih optimal. Melalui Kampung Bersinar dan kader IBM, saya harap gerakannya massif termasuk memberikan sosialisasi kepada orang tua agar memahami tanda-tanda adanya keterpaparan narkoba dari anggota keluarganya,” harapnya.

Sehingga, lanjut orang nomor satu di Lingkup Pemkot Mojokerto ini, upaya lebih dini untuk melaporkan terkait hal tersebut. Baik kepada kader IBM untuk dilakukan upaya tindak lanjut apabila ada anggota keluarga yang terpapar narkoba. Untuk saat ini, ada tiga kelurahan di Kota Mojokerto yang dilaunching sebagai Kampung Bersinar. [tin/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar