Peristiwa

Tekan Penyebaran Covid-19, Jemaat Gereja di Gresik Dibatasi

Gresik (beritajatim.com) – Jemaat yang sedang merayakan Natal di gereja Kabupaten Gresik, dibatasi sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 23 Tahun 2020. Pembatasan guna menekan penyebaran Covid-19.

Dalam SE itu dijelaskan, pedoman penyelenggaraan kegiatan perayaan Natal dari Kemenag RI bahwa ketentuan ibadah Natal hanya 25 persen dari kapasitas gereja.

Kepala Kemenag Gresik Markus menuturkan, di masa pandemi pihaknya mengimbau kepada ummat kristiani agar mematuhi protokol kesehatan ketat saat beribadah di gereja.

“Kami sudah sosialisasi ke pimpinan gereja maupun FKUB (Forum Komunikasi Ummat Beragama) terkait aturan ini. Kami harap agar jemaat mematuhi aturan yang ada,” tuturnya, Senin (21/12/2020).

Ia menambahkan, terkait dengan ini, pihaknya juga menekankan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area rumah ibadah. Selain itu, juga membatasi serta mengatur antara pintu masuk dan jalur keluar.

Penerapan prokes di gereja seperti menyediakan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer di pintu masuk dan menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk

“Ini dilakukan jika ditemukan pengguna rumah ibadah dengan suhu diatas 37 derajat. Selain itu juga di dalam gereja harus physical distancing atau menjaga jarak antar jemaat, kami juga akan kontrol gereja,” imbuhnya.

Sementara, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyatakan pihaknya terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 dengan terus menggelar operasi yustisi.

“Sesuai Perbup 22 tahun 2020 dimana terdapat sanksi denda dan tipiring sehingga masyarakat semakin peduli,” paparnya.

Mengenai perayaan malam tahun baru, perwira menengah Polri itu, meminta kepada masyarakat agar tetap di rumah sehingga tidak berkerumun

“Kami mengimbau agar masyarakat mengisi tahun baru dengan tidak berkerumun,” pungkasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar