Peristiwa

Tekan Pencemaran Lingkungan, Masjid Al-Akbar Gunakan Bioplastik untuk Kantong Hewan Kurban

Surabaya (beritajatim.com) – Berbeda dengan sebelumnya yang dikemas dengan menggunakan besek atau daun jati, Masjid Al- Akbar kini lebih ramah lingkungan dengan mengganti kantong plastik dengan bioplastik untuk mengemasi daging kurban.

Dikatakan oleh Humas Masjid Al Akbar, Helmy Noor jika kali ini pihak manajemen Masjid lebih memilih plastik ramah lingkungan karena bisa menjadi manfaat setelah digunakan untuk kantong daging qurban.

Bioplastik ini bisa diurai dengan menggunakan teknologi menjadi pupuk kompos dan tentunya tidak mengotori lingkungan makanya kami memilih untuk menggunakan ini dengan perbedaan jika plastik biasa ini lebih tebal, jika bioplastik ini lebih halus, tipis dan lentur.

“Kita mengunakan plastik ramah lingkungan bida diurai jadi kompos teknologi tinggi mempercepat proses termasuk mempermudah pengadaannya plastik yang ramah lingkungan. Ini dapat dari donatur tidak dijual umum dan nantinya bisa dijadikan kompos tidak mengotori lingkungan,” ungkap Helmi.

Diketahui Bioplastik adalah jenis plastik ramah lingkungan yang terbuat dari bahan alami, seperti pati jagung atau jamur. Hasil produksi plastik ramah lingkungan dari bahan alami terbarukan ini bernama polylactid acid (PLA).

Rencananya daging yang ditempatkan dalam bioplastik ini akan diberikan kepada masyarakat area sekitar Masjid Al -Akbar dan juga kepada para petugas penggali makam covid 19 di Keputih dan area Gayungsari, Surabaya. [way/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar