Peristiwa

Tegang! Rombongan Kereta Kelinci Nyaris Duel dengan Kelompok Sopir Lyn

Jombang (beritajatim.com) – Sedikitnya enam rombongan kereta kelinci yang melintas di Jl Raya Kemiri, Kecamatan Mojoagung, berhenti mendadak. Sejumlah orang menghadang laju kendaraan yang memuat ibu dan anak-anak itu, Kamis (3/9/2020).

Para penghadang berbaris di tengah jalan. Tentu saja, kereta kelinci tersebut memperlambat lajunya. Pada saat bersaaan, para penghadang ada yang melompat ke bodi kereta kelinci bagian depan. Belakangan di ketahui para penghadang itu adalah rombongan sopir lyn atau MPU (Mobil Penumpang Umum).

Di tengah jalan itu pula kedua kelompok saling bentak. Perang mulut antara kedua kelompok nyaris berubah menjadi bentrok fisik. Keduanya sama-sama tidak mau mengalah. Ketegangan mulai mereda ketika datang sejumlah anggota Polsek Mojoagung untuk menengahi. Kedua kelompok kemudian digiring ke kantor polisi guna mediasi.

Salah satu sopir kereta kelinci, Husein (50) mengatakan, dirinya hendak mengantarkan rombongan dari Jombang ke wisata petik buah jeruk di Kecamatan Dlanggu, Mojokerto. Awalnya, perjalanan aman-aman saja. Rombongan ini menyusuri jalanan kampung.

Sesampai di Mojoagung, mereka menyeberang ke jalan poros kabupaten. Nah, saat itulah Husein kaget karena sejumlah MPU sudah berderet di pinggir jalan. Sejurus kemudian, para sopir MPU melompat ke tengah jalan guna menghadang laju kereta kelinci.

“Saya kaget. Karena selain mencegar di tengah jalan, ada juga yang naik ke bodi seput kelinci bagian depan. Ini kan sangat berbahaya. Kalau ada apa-apa siapa yang bertanggungjawab. Kita sempat emosi, tapi tidak sampai terjadi bentrok fisik,” kata Husein.

Husein sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan para sopir lyn. Karena yang dilakukan rombongan kereta kelinci hanyalah untuk mencukupi kebutuhan ekonomi. “Bayangkan kita enam bulan tidak bekerja. Baru hari mengantar rombongan sudah dihadang dan dilarang. Padahal kita melewati jalan-jalan kampung,” sambung Husein.

Para sopir lyn menganggap kita tidak layak mengangkut penumpang. Karena kereta kelinci merupakan kendaraan rakitan. “Tapi ini soal perut. Kita enam bulan tidak bekerja. Padahal Pak Presiden Jokowi sudah menyuruh kita untuk bekerja,” ungkapnya.

Kordinator sopir lyn, Totok Purboyo membenarkan bahwa dirinya menghadang rombongan kereta kelinci tersebut. Menurut Totok, aksi yang dilakukannya bukan tanpa alasan. Namun berdasarkan kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak (sopir lyn dan sopir kereta kelinci).

Totok mengungkapkan, beberapa bulan lalu, paguyuban sopir lyn pernah berdemo di pendapa Pemkab Jombang. Itu dilakukan karena kereta kelinci banyak yang beroperasi di jalan raya. Padahal, kendaraan tersebut tidak laik operasi. Selain rakitan, juga tidak dilengkapi surat uji kir dan sejenis.

Dari demonstrasi di pendapa itu akhirnya dicarikan solusi. Salah satunya, kereta kelinci hanya boleh beroperasi di jalan kampung. “Kereta kelinci hanya boleh beroperasi di jalan makadam. Itu sudah kita sepakati bersama. Ternyata hari ini mereka tidal menaati kesepakatan tersebut. Makanya kita lakukan penghadangan,” ujar Totok ketika berada di Polsek Mojoagung.

Kapolsek Mojoagung Kompol Paidi menjelaskan, pihaknya memediasi kedua belah pihak. Yakni, Polsek Mojoagung akan mengundang dari lalu lintas dan Dinas Perhubunga “Kita hanya memfasilitasi agar semua pihak bertemu untuk mencari solusi. Termasuk akan mengundang Dinas Perhubungan dan lalu lintas. Karena di Mojoagung persoalan ini sudah tiga kali terjadi,” ujar Paidi.

Masalah tersebut terjadi, lanjut Paidi, karena sopir MPU berangggapan bahwa kereta kelinci melanggar kesepakatan yang diteken pada Februari lalu. Yakni, salah satunya isinya kereta kelinci tidak boleh melintas di jalan propinsi. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar