Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Target Selesai 2023, Dilakukan Peletakan Batu Pertama Masjid NU Gus Dur Lamongan

Peletakan batu pertama pembangunan masjid NU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Desa Plosowahyu, Lamongan, Minggu (13/03/2022).

Lamongan (beritajatim.com) – Peletakan batu pertama pembangunan masjid Nahdlatul Ulama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang berada di Jalan Raya Plosowahyu Kabupaten Lamongan, resmi digelar, pada Minggu (13/03/2022) hari ini.

Pembangunan masjid yang menelan anggaran sekitar Rp 6 miliar ini direncanakan bakal selesai pada tahun 2023. Sehingga, masjid bisa segera dimanfaatkan dan difungsikan oleh masyarakat sebagaimana mestinya.

“Nantinya pembangunan masjid ini diharapkan dapat digunakan sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan NU maupun kegiatan positif lainnya,” ujar Rois Syuriah PCNU Lamongan, KH Salim Azhar, usai meletakkan batu pertama.

Peletakan batu pertama pembangunan masjid NU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Desa Plosowahyu, Lamongan, Minggu (13/03/2022).

Kiai Salim menuturkan, bahwa pembangunan masjid ini merupakan wujud gotong royong dan ikhtiar dari sejumlah pihak, utamanya warga Nahdliyin.

“Sebagai ikhtiar kita, siapa saja di antara kita yang punya channel dan terobosan untuk penggalian dana berupa bantuan maka dipersilahkan. Utamanya bagi warga NU harus menjadi yang terdepan,” imbuhnya.

Mengenai alasan masjid ini dinamai masjid NU Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Kiai Salim menuturkan, hal itu karena Gus Dur merupakan figur pimpinan yang bisa ditauladani. Sehingga tauladan-tauladan itu mampu menjadikan kemaslahatan umat.

“Menelisik sejarah kebelakang KH. Abdurrahman Wahid, siapa yang tidak kenal dengan Gus Dur Presiden RI ke- 4 tersebut. Beliau sosok yang luar biasa dan merupakan figur yang menginspirasi, terkenal dengan kata-katanya,” terangnya.

Peletakan batu pertama pembangunan masjid NU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Desa Plosowahyu, Lamongan, Minggu (13/03/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PCNU Lamongan Imam Ghazali menyampaikan, bahwa Masjid NU ini dibangun berdasarkan inisiatif dari para kiai dan ulama di Lamongan, termasuk mengenai penamaannya.

“Tentunya para kiai punya cara tersendiri, bagaimana masjid ini kemudian nantinya bisa menjadi kebanggaan warga NU pada khususnya, serta masyarakat Lamongan pada umumnya,” kata Ghazali.

Lebih lanjut, Ghazali mengatakan, usai dilakukannya peletakan batu pertama secara simbolis, maka pembangunan masjid ini resmi dilakukan dan ditargetkan selesai pada tahun 2023 mendatang.

Tak hanya itu, ungkap Ghazali, di sekitar masjid ini nantinya juga akan dibangun kantor sejumlah Lembaga maupun Banom NU yang belum memiliki kantor. “Bahkan, di sini juga akan dibangun gerai yang menyediakan oleh-oleh Lamongan,” tandasnya.

Sekadar diketahui, sebelum acara peletakan baru pertama ini dimulai, para kiai dan pengurus PCNU Lamongan bersama kepala Desa setempat terlebih dahulu berziarah ke makam Mbah Kaji Mujurono, di Desa Plosowahyu.

Menurut Kepala Desa Plosowahyu, Agus Susanto, bahwa Mbah Kaji Mujurono adalah pendiri Desa Plosowahyu yang diyakini masih satu angkatan dengan Mbah Syekh Alun (Mbah Lun) dan Sunan Deket (Syekh Hisyamudin) yang merupakan santri dari Sunan Giri.

“Intinya, sosok Mbah Kaji Mujurono, selaku pendiri Desa Plosowahyu, bisa jadi pusat perhatian para kiai yang perlu disowani sebelum membangun masjid Gus Dur. Saya berharap, pembangunan masjid ini bisa bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat,” ucap Kades Agus. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar